Semoga Allah menganugerahi kita kesyukuran atas nikmat-nikmat kemarin, anugerah hari ini, dan karunia esok hari.

Terimakasih banyak, untuk semua teman, sahabat dan saudara yang telah mendoakan berkaitan dengan momentum kelahiran. Doa kebaikan semoga selalu diangkat oleh-Nya ke alam Lahut, lalu diturunkan lagi berupa anugerah-Nya ke alam nasut (manusia).

Saling mendoakan adalah kewajiban sesama Muslim. Namun sejujurnya setiap Muslim jarang saling mendoakan secara khusus saat bertemu saudara Muslim lainnya. Sebagian malah ada yang saling mencaci, bahkan lebih parah lagi: mengkafirkan. Padahal itu ditukukab kepada sesama Muslim lho. Dan, kata Nabi Saw, “Barang siapa mengkafirkan sesama Muslim, berarti dia sendiri yang kafir.”

Kalau makna hadits Nabi ini kita tarik lebih panjang, maka pemahamannya bisa lebih luas dan aktual. Misalnya, “Barangsiapa mem-PKI-kan sesama Muslim, berarti dia sendiri yang PKI.” Atau makna-makna semacamnya.

Nabi Saw diperintahkan Allah Swt untuk mendoakan sesama. Mengapa? Kata Al-Quran, “Sesungguhnya doamu adalah ketenangan bagi mereka. Inna shalaataka sakanun lahum.” Sehingga, saling mendoakan sesungguhnya adalah perintah Ilahi, yang dijalankan oleh Nabi, dan menjadi tradisi umat ini.

Karena kita jarang saling mendoakan secara khusus kepada sesama saudara Muslim, maka kita kerap memerlukan momentum. Dan umat manusia berkreasi menemukan momentum itu, salah satunya adalah saat waktu kelahiran, miilaad.

Memang ada sebagian kalangan yang membid’ahkan mengucapkan selamat ulang tahun, alasannya karena Nabi tidak mencontohkannya. Duh ya Allah, sampai segitunya cara berpikir mereka.

Padahal Allah telah memerintahkan Nabi untuk mendoakan orang-orang pada masa beliau, dan beliau sudah menunaikannya. Ibnu Abbas didoakan khusus oleh beliau. Ammar bin Yasir didoakan khusus oleh beliau. Abu Dzar al-Ghifari didoakan khusus oleh beliau. Salman al-Farisi didoakan khusus oleh beliau. Umar bin Khaththab didoakan khusus oleh beliau. Dan banyak lagi yang lainnya.

Selain individu, beliau juga mendoakan suatu kaum. Misalnya doa beliau, “Ya Allah berkahilah Syam kami. Ya Allah berkahilah Yaman kami.” Untuk orang-orang Thaif juga beliau mendoakan khusus.

Sekarang kita memiliki tradisi baik saling mendoakan kebaikan saat waktu kelahiran kita. Saat itulah kita mengucapkan selamat dan menyampaikan doa. Nah, Rasul mendoakan orang-orang dan kaum. Bukankah tindakan beliau itu merupakan contoh yang sangat jelas (burhaan qaathi’)?

Lalu bagaimana tentang waktunya? Bukankah Nabi tidak mencontohkan doa saat kelahiran seseorang? Baiklah. Lagi-lagi ini tentang momentum dan kesempatan. Sebaiknya kita saling mendoakan setiap saat secara khusus. Tapi jujur saja, itu sulit dilakukan. Karena kita masing-masing memiliki fokus perhatian sendiri-sendiri, sehingga tidak mungkin kita mendoakan khusus semua orang di setiap waktu kita.

Karenanya, kita perlu menemukan kesempatan. Dan salah satubkesempatan itu kita temukan, yakni waktu kelahiran seseorang. Jangan lupa, intinya kita sedang saling mendoakan kebaikan secara khusus. Dan Nabi telah meneladankannya kepada kita.

Dalam Al-Quran Allah mengucapkan salam (mendoakan keselamatan) untuk Nabi Yahya saat kelahirannya, saat kematiannya, dan saat ia dibangkitkan kelak. Salaamun ‘alayhi yawma wulida wa yawma yamuutu wa yawma yub’atsu hayyan…

Juga Nabi Isa mendoakan dirinya dalam surat Maryam, “Salam atasku pada hari aku dilahirkan, saat aku meninggal, dan saat aku dibangkitkan kelak.”

Hadits Nabi Saw dan ayat-ayat al-Quran itu sedemikian jelas. Jadi, kalangan yang biasa dan mudah membid’ahkan sesuatu, apalagi kemudian menyebutnya sebagai tradisi Yahudi, mereka harus mulai meninjau ulang pemahaman tersebut.

Saling mendoakan sesama Muslim adalah ajaran dan pesan Islam yang rahmatan lil aalamiin. Ada banyak ayat Al-Quran, atau hadits Nabi, atau doa-doa yang ma’tsur, yang isinya saling mendoakan sesama umat beriman.

Lain halnya jika ada sebuah acara peringatan kelahiran kemudian ada kegiatan-kegiatan yang menyimpang dan terlarang menurut syariat. Ini sudah jelas penilaiannya. Dan itu tidak bisa dibandingkan dengan kegiatan saling mendoakan kebaikan.

Saling mendoakan sesama Mukmin, saling memberi perhatian kepada sesama Muslim, saling menyayangi sesama Muslim, adalah ajaran Islam, ajaran Nabi Saw. Yang bukan ajaran Islam dan bukan ajaran Nabi adalah mengkafirkan sesama Mukmin, mencela sesama Muslim, memfitnah sesama Muslim, mencari-cari kesalahan sesama Muslim karena kebencian, apalagi melakukan bom diri di tengah-tengah kaum Muslimin, menebar provokasi, fitnah dan sejenisnya, terlebih dengan membawa-bawa agama…

Terima kasih atas doa-doa kebaikan yang tulus dari teman-teman semua. Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu. Tidak mungkin. Hanya Allah yang Mahatahu kebaikan dan doa yang disampaikan. Semoga pula Dia menganugerahi kebaikan abadi bagi semua yang mendoakan, dan juga kita semua. Keimanan yang kuat, husnul khatimah, kesehatan, rezeki yang halal, baik dan luas, kelapangan, kemudahan dan kebahagiaan… Dan lain-lain sejenisnya. Aamiin yaa Ilaahal ‘aalamiin….

Ohya. Seperti hampir semua orang, saya juga merasanya sih masih muda. Merasa masih seperti dulu, ketika masih remaja atau saat masih mencicipi masa kuliah. Merasa belum tua, apalagi jarang menatap wajah di cermin, sehingga tidak menyimak adanya perbedaan secara fisik. Perasaannya masih seperti dulu saja. Haha..

Hal paling telak yang membuat saya sadar pada usia, adalah kenyataan bahwa anak saya empat, dan si sulung sudah berusia 21 tahun. Di situlah saya ingat berapa usia saat ini.

Ada tiga hal penting dalam hidup. Usia, ajal dan umur. Usia adalah kesempatan hidup. Ajal adalah batas akhir hidup. Sedangkan umur adalah jejak-jejak hidup.

Doa dan harapannya, ketiga hal penting itu bagi kita adalah kebaikan, dan melahirkan kebaikan.

Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan. Terimakasih atas segala doa dan kebaikan-kebajikan.

Neda agung cukup lumur
Neda jembar pangampura
Hapunten anu kasuhun
Haturnuhun anu kapihatur

Wassalam alaikum

27 Oktober 2020

Ashoff Murtadha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *