Setiap orang berhak mengharapkan surga Allah dengan berbekal amal saleh dan kebaikannya. Namun, ketika Allah memberinya, itu bukan karena alam salehnya, melainkan karena rahmat-Nya. Karena, semua kebaikan dari seluruh penghuni bumi takkan cukup untuk “membeli” surga-Nya.

Setiap orang berhak mengharapkan surga-Nya. Namun surga itu milik-Nya, bukan milik orang tua atau warisan leluhurnya. Dan Allah menganugerahkan surga-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan rahmati. Karenanya surga tidak boleh diklaim oleh seseorang atau sebuah kelompok. Siapa pun tidak berhak mengklaim surga sebagai miliknya, golongan atau mazhabnya.

Setiap orang berhak mengharapkan surga-Nya yang luas, bermacam-macam, dan bertingkat-tingkat. Karenanya surga yang kelak dinikmati seseorang juga akan berbeda-beda kuantitas dan kualitasnya, sesuai dengan rahmat dan anugerah yang Dia curahkan kepadanya.

Setiap orang berhak mengharapkan surga-Nya. Dan Allah kelak memberikannya bukan tanpa alasan. Rahmat-Nya dicurahkan kepada seorang hamba karena ada sebab yang membuatnya diturunkan untuknya.

Surga hanya milik-Nya. Dia akan menganugerahkannya kepada hamba-Nya yang pantas mendapatkan anugerah rahmat-Nya. Namun Dia sangat dermawan mengaruniakannya kepada siapa pun, sekalipun kepada hamba-Nya yang mungkin melakukan kebaikan kecil di mata manusia.

Dan Dialah penentu siapa yang akan menerima, dan siapa yang tertolak.

Semoga kita semua termasuk para hamba-Nya yang kelak dianugerahi rahmat-Nya tersebut.

Aamiin…

20 September 2015

Ashoff Murtadha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *