Kelompok orang yang saling bersama-sama, tidak menjamin memiliki satu kufu, satu visi.

Sebaliknya, orang-orang yang saling berjauhan dan tak saling mengenal, bisa jadi mempunyai kedekatan bahkan kesamaan visional dan kekufuan…

Ada pertemuan dan kedekatan jasmani. Ada pertemuan dan kedekatan ruhani. Jasmani-jasmani yang sering bertemu, tidak selalu menjamin terjadinya pertemuan antar ruh mereka. Tubuh bertemu, namun ruh saling menjauh.

Sebaliknya, ada banyak ruh yang saling mendekat dan menyatu, sekalipun tubuh-tubuh mereka tak pernah saling bertemu. Jasad dan ruh memiliki dua alam yang berbeda.

Dalam konteksnya, semua orang lebih senang bertemu secara fisik. Namun, dalam konteksnya juga, mereka lebih berharap pertemuan antar ruh pula, terutama di kalangan mereka yang sedang saling mendekat. Setelah pertemuan fisik, yang diharapkan berikutnya adalah pertemuan non-fisik.

Kedua belah pihak akan betah dan saling mengait, manakala kedua ruh mereka telah saling mendekat, sekalipun belum lama jasadnya saling mengenal, atau bahkan berpisah sekian lama kemudian…

Pertemuan jasmani itu diperlukan, dan makes sense. Tetapi perjumpaan ruhani juga sangat dipentingkan…


14 Agustus 2015

ashoffmurtadha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *