Tag Archives: mulyadi

Pilgub Jabar, Hanya Satu Dedi, Satu Mulyadi

FB_IMG_1504913218367

Hari ini, Selasa 12 September 2017, media online diramaikan oleh berita bahwa Gerindra menarik dukungan untuk Deddy Mizwar, sehingga calon yang akan diusung oleh Gerindra kembali cair.

Mengintip Para Petarung Pilgub Jabar

dedi mulyadi budaya

Dalam konteks Pilgub Jabar 2018 nanti, sampai saat ini nampaknya perhatian publik masih berpusat pada dua nama sohor di Jabar sekarang, yakni Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil. Meskipun sebenarnya ada beberapa nama yang juga sudah mulai beredar. Tetapi kedua nama di atas paling dominan diperbincangkan.

Dedi Mulyadi, Pemimpin yang Mengubah

Kang Dedi bersepeda

Di Jawa barat, selain Ridwan Kamil, ada satu lagi Kepala Daerah yang berhasil mencuri perhatian saya. Namanya Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta sekarang.

Kang Emil (Ridwan Kamil) telah mencuri perhatian karena gebrakannya dalam penataan kota Bandung. Sejumlah alun-alun dan ruang publik diubah menjadi taman yang bukan saja indah, tetapi juga dapat dinikmati oleh para warga sebagai arena sosial yang sangat bermanfaat. Masyarakat kini menikmati kotanya, dan merasa memilikinya.

Tiga Tipologi Pemimpin Daerah

kang dedi sendiri

Ada tiga tipologi kepala atau pemimpin pemerintahan, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

Pertama, pemimpin administratif. Dia menempatkan dirinya sebagai sosok yang lebih menangani hal-hal administratif dan seremonial. Ia menandatangani surat-surat, mengadakan rapat dengan bawahannya, menghadiri acara-acara dan pertemuan, baik di lingkungan daerahnya maupun di luar, atau di jenjang yang lebih tinggi. Ia menemui kelompok-kelompok orang (ormas atau semacamnya), melakukan sejumlah peresmian, dan sejenisnya.

Dedi Mulyadi dan Mata Air Purwakarta

air mancur purwakarta

Kepala daerah yang satu ini, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta saat ini (2015), telah berada pada tahap ketiga tipe pemimpin: Pemimpin administratif, pemimpin membangun, dan pemimpin mengubah. Satu dan dua ia jalani, yang ketiga juga ia lakukan. Yang ketiga ini sangat sedikit saja di Indonesia. Jika ada agak banyak, biasanya media akan mengangkatnya. Kebijakan terbarunya ini, yakni pemerintah kabupaten membeli seluruh sumber mata air tuk kepentingan rakyat, agar tidak dikuasai oleh perusahaan swasta, atau individu, melainkan pemerintah sendiri yang menguasainya…

close