Pentingnya Rezim Inovasi

Ini tentang persaingan. Persaingan saat ini bukan lagi terjadi antar lembaga, bukan lagi antar perusahaan, bahkan bukan pula antar negara. Melainkan antar Innovation Regimes, Rezim Inovasi. Berbagai negara boleh saja saling bersaing untuk merebut peluang-peluang mereka.

Akan tetapi, karena sekarang sudah zamannya borderless nations, maka pesaingan itu bukan lagi antar negara, melainkan antar Rezim Inovasi.

Siapakah Rezim Inovasi? Rezim Inovasi adalah sekumpulan orang yang inovatif yang terus berkreasi dan menginovasi hal-hal baru, dan hasilnya mereka akan tawarkan ke mana pun mereka kehendaki. Ke negara mana pun. Kepada bangsa mana pun. Mereka tidak dibatasi oleh sebuah nasionalitas. Nasionalisme mereka adalah inovasi itu sendiri. Atau, kalau mau sophisticated, nasionalisme mereka adalah kemanusiaan, humanisme. Sehingga, yang mereka bela adalah kemanusiaan.

Karenanya jangan heran, anggota Rezim Inovasi ini tidak hanya berada di satu tempat yang sama. Mereka bisa berada di berbagai lembaga berbeda, perusahaan berbeda, bahkan negara berbeda. Mereka diikat bukan oleh kesamaan kewarganegaraan, melainkan oleh kesamaan visi dalam berinovasi.

Mereka bisa berasal dari berbagai negara yang secara politis multilateral tidak saling akrab dan berhubungan erat. Namun individu-individu mereka sendiri bisa saling rekat dan berinteraksi kuat. Mereka bisa melakukan berbagai pertemuan dan penelitian bersama. Mereka bisa merencanakan bersama, bahkan membuat keputusan bersama, baik di dunia nyata maupun maya. Dan, mereka juga bisa membuat eksperiman tingkat dunia. Eksperimen dari hasil penelitian mereka, untuk diujicobakan ke sebuah atau beberapa negara sebagai sampel.

Para anggota Rezim Inovasi ini bisa saja bersepakat untuk mengubah dunia, bersaing dengan rezim-rezim inovasi lainnya, baik saling mengenal maupun tidak. Sehingga, dunia saat ini tidak lagi diubah atau dikendalikan oleh para pemimpin negara, melainkan oleh Rezim Inovasi ini. Siapa saja yang memiliki inovasi hebat, yang disokong oleh tim inovasi yang mendunia, bisa menguasai dunia bahkan mengubahnya.

Pergeseran perilaku masyarakat dunia saat ini bukan ditentukan oleh para pemimpin negara. Melainkan oleh Rezim Inovasi ini. Siapakah yang telah mengubah umat manusia yang semula tidak saling terkoneksi dan sekarang menjadi saling terkoneksi satu sama lain, meskipun berbeda negara, tanpa hambatan dan kesulitan?

Siapakah yang telah mengajari umat manusia untuk mencaritahu sesuatu cukup melalui Google atau berbagai search engine lainnya? Siapakah yang telah mengelompokkan berbagai umat manusia dalam jutaan grup medsos, di mana di dalamnya mereka saling memberitahu dan mempengaruhi? Jawabnya: Bukan pemimpin politik sebuah negara. Bahkan bukan pula seorang kepala negara.

Hubungan bilateral bukan lagi terjadi antar dua negara berdaulat. Hubungan multilateral bukan lagi terjadi antar berbagai negara merdeka. Hubungan tersebut sekarang terjadi antar berbagai individu di berbagai belahan dunia, dengan mudah dan cepat.

Lalu siapa yang telah mengubah dan mensetting perilaku dan kebiasaan umat manusia abad ini? Jawabnya, Rezim Inovasi. Jumlah mereka tidak satu, dan terus bermunculan. Namun demikian, jumlah mereka tentu saja tidak banyak, dan selalu sedikit. Tetapi jangkauannya masuk hingga ke pelosok desa di seluruh penjuru bumi.

Bayangkan, koneksi internet sekarang sudah masuk ke setiap rumah di sudut-sudut kampung di seluruh dunia. Di dalamnya ada banyak media yang mempengaruhi mereka semua. Google, Yahoo, Facebook, Youtube, Instagram, WhatsApp, dan lainnya.

Ke depan, media-media serupa dengan berbagai inovasinya akan terus memasuki rumah-rumah manusia di atas bumi ini. Di belakang media-media tersebut, ada sekian individu yang menginovasi, dengan jaringan tim yang ada di mana-mana, dengan satu kendali.

Maka, bangsa yang tidak memiliki rezim inovasi, akan selalu dimainkan dan dikalahkan. Jika sebuah rezim inovasi yang hebat ada di sebuah negara, dan bekerja untuk negara itu, maka negara itu akan siap memenangi persaingan, sekalipun baru saja bergerak melibati sebuah pertandingan. Sebaliknya, sebuah rezim inovasi juga bisa menghancurkan sebuah negara yang mereka kehendaki.

Karenanya, persaingan antar negara sekarang bukan lagi berupa peperangan militer, bahkan juga bukan peperangan ekonomi, melainkan “peperangan” antar rezim inovasi. Dan itu sudah lama dimulai.

Bagaimana dengan Indonesia…?

27 Nopember 2016

Ashoff Murtadha

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.