Nabi Saw adalah the Living Quran

Ashoff Murtadha
Direktur Studi Islam Bandung

Tidak satu pun perintah Allah kepada Nabi Saw kecuali beliau menjadi pelaku pertama perintah-Nya dengan sebaik-baiknya dan sesempurnanya. Dan beliau menyampaikan wahyu-Nya kepada umat setelah beliau terlebih dahulu menjalaninya.

Termasuk perintah-Nya agar manusia berbuat adil, maka Nabi Saw adalah orang pertama yang melakukannya dan menjadi teladan terbaik menjalaninya. Karena, jika beliau yang nabi saja dianggap tidak bisa berbuat adil, lalu kepada siapakah umat mencari rujukan atas teladan keadilan?

Nabi Saw adalah Al-Quran yang hidup (living Quran). Untuk melihat bagaimana Al-Quran dimanifestasikan, maka lihatlah sosok dan perjalanan hidup beliau. Untuk melihat bagaimana perintah Allah tentang keadilan itu terwujud, lihatlah beliau. Kata Aisyah, “Kaana khuluquhu al-Quran,” akhlak Nabi adalah Al-Quran.

Maka, seorang pengaku Muslim jangan bela kelemahan dirinya dengan menimpakan kekurangannya pada sosok Nabi yang luhur dan suci.

Dulu, saat Nabi Saw sedang membagikan harta rampasan perang, seorang lelaki dari Bani Tamim, bernama Dzul Khuwaisirah, berkata lancang kepada beliau, “Berbuat adillah.” Apa kata Nabi? “Celaka kamu. Jika aku tidak adil, lalu siapa yang akan berbuat adil?”

Salam atasmu, wahai Nabi yang sangat adil, pribadi agung yang menjadi puncak keteladanan semua nilai kebaikan…

Dulu engkau pernah bersabda, “Tidak ada nabi yang disakiti (oleh umatnya) seperti aku disakiti (oleh umatku).”

Betapa berat beban yang engkau tanggung, baik saat engkau hidup maupun setelah engkau menghadap kembali menemui Kekasihmu.

Anugerahi kami syafaatmu, saat kelak semua kaki berlutu malu…

Salaam alayka ya Habiiballah…

Bandung 16 Oktober 2017

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.