Musibah Menggerakkan Orang Berbuat Besar, Bagaimana dengan Peluang?

Ashoff Murtadha
Direktur Studi Islam Bandung

gonusa.com //– Jika terjadi musibah yang mengharuskan keluarnya dana besar, biasanya orang-orang akan berusaha sekuat tenaga menghadirkan dana itu untuk mengatasi musibah. Bila pun dananya tidak ada, mereka akan berupaya untuk mencari pinjaman ke sana ke mari untuk memenuhinya. Berapa pun dana yang dibutuhkan, akan diusahakan.

Namun, jika di hadapannya terbentang peluang sangat besar yang harus dimulai dengan keluarnya sekian rupiah, sekalipun dana itu kecil dibandingkan dengan peluang sangat besarnya, belum tentu mereka akan menghadirkan dana itu untuk meraih peluang tersebut. Jangankan ketika memang dana itu benar-benar tidak ada, bahkan ketika ada pun, ia akan mengatakan dana itu tidak ada.

Untuk prestasi dan peluang, belum tentu semua orang mau berupaya keras menghadirkan syarat. Namun untuk musibah, (mungkin) semua orang akan berjuang keras menghadirkan berapa pun dana yang dibutuhkan, sekalipun dengan pinjaman yang tak terbayangkan kapan dan bagaimana akan dilunasi.

Orang-orang terdekat dan sekitar pun, biasanya ringan langkah dan tulus untuk membantu dan memberi kepada orang yang terkena musibah. Dari puluhan atau ratusan orang, bisa terkumpul dana sekian besar untuk membantu orang yang terkena musibah atau kecelakaan.

Namun, belum tentu mereka akan ringan langkah untuk membantu dan memberi kepada orang yang memiliki proposal bagus untuk meraih prestasi dan peluang yang sedang ia kejar.

Karenanya saya merasa surprised saat membaca berita bahwa di luar sana ada komunitas online yang saling membantu kepada sesama anggotanya, baik saat anggota itu terkena musibah, maupun saat mereka memiliki proposal untuk meraih impian dan peluang.

Sebagaimana anggota komunitas itu tulus ketika memberi kepada yang terkena musibah, mereka juga saling tulus ketika memberi kepada orang yang sedang meraih impian. Mereka saling memberi tanpa berharap pemberiannya kembali. Mereka memberi bukan dalam kerangka investasi bisnis, melainkan memberi karena ingin membantu orang-orang yang ingin berkembang dan maju.

Mudah-mudahan suatu saat nanti segera lahir di sekitar kita banyak komunitas yang saling memberi, Baik memberi kepada yang terkena musibah, maupun kepada yang sedang berjuang meraih peluang.

Dan, kembali kepada diri sendiri,… Jika seseorang akan berusaha keras menghadirkan biaya saat terkena musibah, maka ia pun seharusnya berupaya keras menghadirkan biaya yang menjadi syaratnya memburu peluang yang terbentang….

Selasa, 8 September 2015

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.