Menanamlah, Karena Menanam Adalah Kehidupan

Dunia adalah ladang akhirat. Setiap hari dan setiap saat, setiap orang menanam. Ketika ia berhenti menanam, berarti ia sudah mati. Dan kematian adalah saat berakhirnya masa menanam dan dimulainya masa memanen.

Karenanya tak satu pun orang hidup yang tidak menanam, apa dan bagaimana pun tanamannya. Jika tanamannya baik dan dirawat dengan baik, hasilnya baik. Jika tanamannya buruk, hasilnya buruk, sekalipun dirawat dengan baik. Apa yang ditanam di dunia akan mempengaruhi apa yang akan dipanen di akhirat.

Tiada hari tanpa menanam. Dan tanamlah kebaikan, agar hasilnya kebaikan. “Melak bonteng panen bonteng, melak kacang panen kacang,” kata pepatah leluhur Sunda…

Dan belajarlah dari para petani yang telah menanam kebaikan bagi pemenuhan kebutuhan umat manusia. Tanpa mereka, takkan ada kesejahteraan sosial.

Sekalipun nasib mereka secara umum belum membahagiakan, mereka tetap menanam. Karenanya, memperhatikan mereka berarti memperhatikan kesejahteraan umat manusia… Jelas, umat manusia berutang budi kepada mereka.

“Dan barangsiapa menghidupkan (menghidupi) satu jiwa, maka seakan-akan ia menghidupkan (menghidupi) semua umat manusia,” demikian firman-Nya dalam Al-Quran (QS Al-Maidah, 5:32)

Ayo menanam, karena menanam adalah kehidupan…

Bandung 20 Desember 2017

Mahya Lengka

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.