Melihat Bassar Assad dari Kacamata Non Mainstream

Sedih dan sesak dengan tragedi Suriah.

Negeri yang semula aman damai dan makmur. Negara Arab satu-satunya yang masih setia mendukung Palestina, memberi Hamas kantor di Damaskus dan membiayai seluruh kebutuhannya, mengirimkan senjata untuk Hamas. Negeri Timur Tengah yang membuat geram AS, Israel dan sekutunya di Timteng (Saudi, Qatar, dan Turki).

Untuk melindungi Israel yang terganggu oleh Bassar, AS dan sekutunya harus menjatuhkan Presiden Suriah yang doktoer ini. Untuk menjalankan misi tersebut, mereka tidak terjun langsung. Melainkan menciptakan milisi dalam negeri yang dilatih dan dipersanjatai. Maka muncullah berbagai front pemberontakan, salah satunya Jabhah Nusroh, yang didanai dan dibina oleh Barat dan sekutu-sekutu di kawasan Teluk.

Agar mendapatkan dukungan umat Islam di berbagai belahan dunia, dibuatlah strategi adu domba dan propaganda. Dimulai dengan isu mengkafirkan Syiah, selanjutnya Bassar dituduh Syiah (yang sudah dicap kafir), kemudian berbagai tragedi kemanusiaan yang buruk dan menyayat hati dalam Prahara Suriah itu diviralkan dengan judul “Assad yang Syiah itu adalah pelakunya.”

Tentang anak kecil yang berlumuran darah dipeluk ayahnya, penghancuran rumah sakit, pemukiman warga, masjid dan lainnya, semuanya diekspos sebagai tindakan zalim Bassar. Semua keburukan Suriah dalam perang ini adalah Bassar pelakunya, yang sudah dicap Syiah yang dianggap kafir itu.

Lalu muncul fatwa dari sejumlah kalangan di Saudi yang menyeru orang-orang Islam di luar kawasan untuk berjihad ke Suriah, dan diviralkan ke berbagai negara. Tidak sedikit orang Islam dari berbagai negara yang menyambut fatwa ini.

Maka, Suriah pun dibanjiri para pendatang mancanegara yang membantu para pemberontak. Sebagaimana para pemberontak dalam negeri, para pendatang itu juga dipersenjatai. Para pendatang itu merasa diri sebagai para mujahidin yang sedanga berjihad.

Bersamaan dengan itu, di antara fatwa kalangan Saudi itu ada juga Fatwa Jihad Seksual, di mana para perempuan Muslimah dari berbagai negara (gadis, janda dan yang bersuami) dimotivasi untuk menjihadkan kemaluannya bagi para mujahidin di Suriah. Tindakan itu mereka sebut sebagai Jihad Seksual. Fatwa yang sangat irasional dan kacau, tentu saja.

Malangnya, tidak sedikit perempuan yang menyambut fatwa ini, dan berangkat juga ke Suriah, melayani para pemberontak dan kalangan yang mereka namakan dirinya sebagai mujahidin itu. Ketika kemudian dari perempuan itu ada yang hamil, tersebar viral di dunia Islam bahwa para perempuan itu dihamili secara mut’ah oleh tentara Assad.

Pokoknya, semua keburukan dan kejahatan dalam tragedi Suriah pelakunya adalah Assad dan tentaranya. Semua kezaliman ditimpakan kepada Assad. Termasuk bom kimia dan lainnya, itu juga dituduhkan kepada Assad.

Para pemberontak putus asa. Karena setelah 6 tahun diberontak, Assad tidak juga jatuh. Padahal mereka didukung penuh oleh Barat dan negara-negara kaya Teluk termasuk Turki. Para pemberontak pecah, dan membuat strategi baru. Di antara pecahan itu lahirlah ISIS, yang memperluas medan tempur dan perebutan wilayah. Maka, kekacauan dan huru hara tidak hanya di Syiria, tetapi juga meluas ke Irak.

Kemunculan ISIS semakin membuat kemanusiaan bergidik. Bukan hanya penghancuran peninggalan2 bersejarah Islam yang sangat tinggi, tetapi juga tragedi kemanusiaan yang tidak bisa dimengerti oleh nalar dan menusuk hati.

Rusia turun tangan membantu Assad. ISIS terdesak, dan terus kehilangan wilayah. Sebagian dari mereka berdiaspora bersama rombongan pengungsi ke Eropa. Di antara mereka yang kabur bersama pengungsi itu ada yang mengenakan pakaian wanita agar mengelabui pasukan Suriah. Sebagian yang lainnya banyak juga yang tertangkap.

Kini banyak wilayah Suriah yang sempat dikuasai pemberontak dan ISIS kembali dikuasai pemerintah. Warga Suriah bersyukur dan gembira menyambut kemenangan Assad. Sebagian pengungsi banyak yang sudah kembali lagi ke Suriah.

Namun pertempuran belum selsai. Yang sekarang masih sengit adalah pertempuran merebut Aleppo. Pemberontak masih berusaha mempertahankan kota. Para warga Aleppo dijadikan tameng oleh para pemberontak agar menyulitkan pasukan Bassar. Genjatan senjata digunakan untuk mengungsikan warga. Tetapi para pemberontak berusaha menghalangi warga mengungsi semua. Bagi pemberontak, keberadaan warga adalah senjata untuk menyulitkan posisi pasukan pemerintah, sekaligus strategi untuk memviralkan tuduhan kepada Assad.

Para sniper pemerintah diarahkan kepada pemberontak yang menyusupkan tawanan di tengah2 pengungsi. Oleh media mainstream, digambarkan bahwa penembak jitu itu mengarahkan peluru kepada para pengungsi

Sebagian warga berhasil mengungsi. Tapi sebagian lagi belum karena dihalangi pemberontak. Turki yang dari awal mendukung pemberontak, kembali bermain. Kepada publik dunia dia perlihatkan seolah-olah dia sedang mengupayakan warga Aleppo mengungsi. Padahal, Turki dan pemberontak menghalangi sebagian mereka untuk segera meninggalkan kota.

Rusia memberi tekanan kepada pemberontak agar jangan menghalangi warga mengungsi. Tetapi media mainstream dunia mengabarkan Turki sebagai pihak yang membantu proses pengungsian. Media menyiarkan Erdogan melakukan konfrensi pers tentang pengungsian. Sebaliknya, oleh media mainstream, Rusia dan Putin digambarkan sebaliknya… Pokoknya, siapa saja (individu, institusi atau negara) yang mendukung Assad dianggap buruk, dan akan dibully.

Suriah benar-benar tragedi kemanusiaan. Negara berdaulat yang sebelumnya aman dan makmur, diacak-acak oleh kekuatan multinasional, yang dibakar dengan isu Sunni Syiah.

Bassar Assad yg seorang Muslim sosialis sekuler dari Partai Ba’ats dituduh Syiah. Padahal ia seorang Muslim Sunni yang salat bersedekap. Ada fotonua sedang salat bermakmum dengan tangan bersedekap. Tapi orang-orang tidak mau tahu, pokoknya bagi mereka, Assad itu Syiah (dengan definisi Syiah menurut mereka yang negatif).

Perlu diketahui, Syiah salatnya tidak bersedekap tangan. Dan sekalipun Assad salat bersedekap, namun ia tetap dituduh Syiah, agar orang-orang itu punya alasan untuk membenci dan menyebarkan kebencian dan menyerang Assad. Jangan lupa, gencar diviralkan bahwa Syiah itu bukan Islam dan dikafirkan. Dan karena dianggap kafir, maka oleh mereka darahnya dihalalkan.

Bassar Assad, pemimpin Arab yang masih tersisa menjadi pembela Hamas dan Palestina, serta konsisten melawan Israel. Bandingkan dengan negara-negara kaya Arab lain yang tidak berbuat apa-apa membantu Palestina, malah mereka (Saudi) membuka kedutaan besar di Israel. Termasuk perusahaan jasa keamanan Israel yg mendapatkan dari Saudi kontrak “mengamankan” prosesi ibadah haji.

Bassar Assad, presiden yang sebelumnya telah membuat damai dan makmur negaranya, kemudian negerinya itu dihancurkan oleh kekuatan besar dunia dan orang-orang dari mancanegara yang merasa berjihad, hingga akhirnya Suriah porak poranda dan mengenaskan. Suriah yang dibangunnya itu kini menjadi prahara. Namun kemudian penghancuran dan prahara itu dituduhkan kepada dia dan pasukannya… Nasibmu, Assad…!

Itulah dunia. Kebenaran mudah dibalik-balik sesuai keinginan penguasa dunia dan media. Yang benar dikesankan salah. Yang salah dikesankan benar. Yang jahat dikesankan baik. Yang baik dikesankan jahat.

Kini kebenaran semakin samar dan kelabu. Sementara korban terus berjatuhan, kezaliman kian menganga, memangsa dengan nelangsa…

Kita semua berduka untuk semua korban kemanusiaan. Semoga orang-orang zalim segera hancur tercerai berai. Semoga keadilan dan kedamaian segera terwujud di semua belahan dunia.

Semoga tragedi kemanusiaan segera berakhir, di mana pun adanya. Di Suriah, Irak, juga Yaman yang sekarang dibombardir nafsu angkara murka… Semoga kita tidak menjadi korban propaganda dari kaum aniaya dunia.

Turut berduka untukmu, Suriah… Segeralah bebas dan kembali aman dan sejahtera…!

17 Desember 2016

AM

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.