Loyalitas Visioner Pendukung Kang Dedi

Masa-masa kampanye Pilgub 2018 lalu telah memperlihatkan seberapa besar pendukung Kang Dedi Mulyadi. Ada puluhan komunitas relawan di berbagai daerah, kabupaten dan kota. Ada banyak simpul-simpul masyarakat yang menyatakan dukungan riilnya bagi Ki Sunda.

Dan ujungnya, pasca real count KPU dirilis, publik mengetahui bahwa pendukung pasangan Deddy-Dedi lebih dari 5 jutaan voter. Ini jelas suara yang sangat besar. Sekalipun itu suara berdua (Deddy dan Dedi), namun basis suara KDM dalam jumlah tersebut paling besar, serta merupakan pendukung fanatik dan militan. Sebagian dari pendukung itu adalah para pecinta Kang Dedi, yang bukan sekadar mendukung tetapi juga mencintai.

Melalui medsos, grup-grup WA, atau berbagai komunitas pendukung yang saya ketahui, terlihat bagaimana sifat dukungan dan loyalitas mereka untuk sosok Ki Guru dari Jawa Barat ini. Terutama pendukung yang telah berada pada fase sebagai pengagum dan pecinta.

Berbeda dengan paslon-paslon lain yang didukung lebih disebabkan karena variabel partai, dukungan publik kepada Kang Dedi bersifat sangat personal, dan bukan karena variabel partai atau hal lainnya. Mereka lebih melihat sosok pribadi dan diri Kang Dedi sendiri. Yakni karena kekaguman dan harapan pada kualitas dan kapasitas Kang Dedi yang inovatif, visioner dan inspiratif. Karena kekuatan visinya.

Mereka loyal, dan militan dalam memberikan dukungan. Yang menarik, loyalitas mereka pada KDM bukan semata-mata pada saat masa kampanye. Melainkan hingga hajat Pilgub usai sekalipun, mereka tetap loyal dan solid.

Kendatipun Ki Guru belum beruntung memenangi Pilgub, namun sebagian dari komunitas relawan tetap bertahan dan tidak membubarkan diri. Malah, sebagian mereka memperkuat barisan dan melebarkan sayap. Untuk apa? Untuk menyukseskan langkah Ki Sunda menjadi anggota DPR-RI. Bahkan mereka bervisi untuk menasionalkan sosok Dedi Mulyadi lebih luas lagi.

Pertanyaannya, apa yang mendorong mereka loyal dan tetap solid mendukung Kang Dedi?

Jawabannya sederhana, yakni karena mereka setia pada visi dan nilai yang diperjuangkan oleh KDM. Visilah yang membuat mereka tetap loyal dan solid.

Secara psikologis, visi yang kuat telah mengikat hati mereka. Sehingga mereka percaya bahwa visi harus tetap diperjuangkan, sekalipun tidak sedang menggenggam kewenangan. Dan itu mesti dilakukan secara bersama-sama, dengan figuritas Ki Sunda.

Dalam perspektif ini, Dedi Mulyadi dilihat sebagai personifikasi dari visi yang telah menjadi common sense dan dimiliki bersama. Kang Dedi merupakan sebuah imajinasi dari nilai-nilai visioner untuk diperjuangkan dan diwujudkan.

Inilah yang menyebabkan para pendukung dan pecintanya tetap loyal dan solid mendukung. Mengapa juga siap berjuang dan berkorban, karena mereka mencintainya. Mengapa mereka mencintainya? Karena Ki Sunda sebelumnya telah banyak menanam cinta, dan terus menaburnya hingga sekarang.

Visi yang bagus dan kuat itu akan mengikat dan memikat, serta menciptakan loyalitas dan soliditas yang kuat. Dan dengan dibalut cinta, maka visi yang bagus itu bisa menggerakkan orang-orang untuk terus berjuang dan siap berkorban.

Jadi, dukungan mereka kepada Kang Dedi itu tidak “ngasal”. Loyalitas mereka tidak kosong. Bukan karena rame-ramean dalam dukung-mendukung. Melainkan karena ada nilai yang harus diperjuangkan, karena ada visi yang harus diwujudkan.

Karena itulah mereka tetap berkata, “Kami tetap setia bersama Kang Dedi. Dengan cinta memperjuangkan visi.”

Bandung, 1 Agustus 2018

Mahya Lengka

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.