Keagungan Nabi Saw yang Tak Terkira

Ashoff Murtadha
Direktur Studi Islam Bandung

Seorang Yahudi berkata kepada Ali bin Abi Thalib.. “Gambarkan kepadaku sosok Muhammad…!”

“Baik. Sebelumnya, apa pendapatmu tentang dunia ini,” kata Ali balik bertanya.. Ali adalah menantu Nabi Saw, yang sejak bayi diasuh dan dididik oleh Manusia Paling Agung, Rasul Saw. Ia selalu bersama Nabi sepanjang waktu, satu rumah bersama beliau, sejak bayi hingga dewasa. Karenanya ia sangat mengenal Nabi Agung yang terpilih ini.

Mendengar pertanyaan balik Ali kepadanya, lalu apa jawaban Yahudi tadi?

“Dunia sangat luar biasa. Kenikmatan dan keindahannya menakjubkan. Kekayaannya sangat mengagumkan,” begitu kata Yahudi kurang lebih.

“Ketahuilah. Dunia yang kauanggap luar biasa itu oleh Al-Quran hanya disebut dengan ‘mata’un qaliil’, kesenangan yang sedikit. Remeh dan sepele. Lalu bagaimana AlQuran menggambarkan sosok Nabi Saw? Allah menyebutnya, ‘Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang AGUNG.’ Jika yang remeh saja kauanggap luarbbiasa, maka bagaimana kaubisa bayangkan keluarbiasaan Nabi yang disebut Agung oleh Al-Quran…”

Dan karena beliau berakhlak agung dan luar biasa, maka tak sedikit pun sikap dan perilaku beliau yang mencederai keagungan akhlaknya.

Beliau agung tanpa cela. Beliau mulia tanpa cedera…

Shalluu ala al-Nabiy…

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.