Jaga Hubungan Baik

Tidak ada yang lebih baik dalam menjaga hubungan kemanusiaan kecuali menyambungkan tali silaturahim. Makin banyak silaturahim, makin baik pula hubungan dan kualitas kemanusiaan.

?

Hati yang semula tidak saling mengenal atau menjauh, akan akrab dan dekat dengan silaturahim. Silaturahim juga tidak hanya mendekatkan, tetapi juga memperbaiki hubungan yang semula buruk atau merenggang.

Silaturahim bahkan bukan saja akan saling mengenalkan orang-orang, namun juga menyehatkan dan menyembuhkan.

Jika Anda politisi yang belum dikenal orang, jangan khawatir. Segeralah bersilaturahim sebanyak-banyaknya, sesering-seringnya. Jangan pedulikan modal awal dalam popularitas dan elektabilitas. Jika silaturahim Anda unggul (banyak, sering, efektif, menyentuh), Anda bisa mengalahkan politisi yang sudah populer namun malas.

Ada kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa dibeli dan ditawar, yakni kebutuhan untuk dihargai (apresiasi). Dan jangan sekali-kali mengira bahwa penghargaan itu berupa nominal. Tidak. Melainkan sapaan, apresiasi, sikap baik hubungan yang terjaga baik, dan saling komunikasi itulah yang menyentuh dan membeli hati.

Siapa saja berhasil menyentuh dan membeli hati manusia, maka tak seorang pun mampu menceraikannya.

Namun harus hati-hati. Ada godaan berupa perilaku buruk sesudah silaturahim awal terbangun. Perilaku buruk itu bisa berupa kesombongan diri, tidak apresiatif, tidak mempedulikan interaksi dan komunikasi, mengabaikan kepedulian orang. Menjalin hubungan awal yang baik, lebih mudah ketimbang menjaga dan merawatnya.

Banyak orang yang bagus membangun silaturahim dengan banyak orang pada awal-awal hubungan. Akan tetapi mereka kemudian buruk menjaga dan membina komunikasi. Hubungan awal yang baik bisa rusak jika tidak dijaga dengan baik dan apresiatif.

Menjaga hubungan baik itu bukan berarti harus dengan kunjungan dan silaturahim secara fisik. Membina dan merawat silaturahim itu bahkan sudah cukup dengan menghargai hubungan baik sekalipun dengan respon-respon positif dan apresiatif. Walaupun via medsos sebatas whatsapps misalnya.

Orang yang meninggalkan komunikasi dan interaksi interpersonal dengan orang-orang secara personal, apalagi mengabaikannya, ia akan kehilangan banyak kebaikan dan keberkahan. Ia bukan saja akan ditinggalkan, tetapi juga akan kehilangan. Pada waktunya, jika tidak segera berubah, ia akan kesepian.

Bangunlah silaturahim sebanyak-banyaknya, sesering-seringnya, seluas-luasnya. Namun menjaga dan merawat silaturahim jauh lebih penting. Karena manfaat panjang umur, keluasan rezeki, keberkahan, dan kebaikan hidup itu ada pada silaturahim yang terjaga dan terbina.

Politisi (atau siapa pun) yang banyak membangun silaturahim, dan bagus merawat serta menjaganya, akan meraih hati dan suara banyak manusia.

Maka perbanyaklah silaturahim, lalu jaga hubungan dengan baik dan apresiatif. Jangan rusak silaturahim dengan interaksi yang buruk.

Sampurasun…

Satu jempol untuk Kang Dedi
Satu jempol untuk Jokowi

Bandung, 4 Januari 2019

Bagea

Mahya Lengka

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.