Inspirasi Bulan, Motivasi Bintang

Perhelatan Asian Para Games Oktober 2018 di Indonesia telah memberi makna khusus dan pelajaran istimewa. Bagi kita semua, tidak terkecuali saya. Acara ini telah menghadiahkan kesadaran penting tentang kemanusiaan.

Saat acara pembukaan yang dihadiri oleh Presiden Jokowi, pelajaran kemanusiaan terpampang nyata dalam pandangan dan kesadaran. Penampilan apik para atlit yang bertubuh tidak sempurna itu telah membelalakkan mata orang-orang yang bertubuh utuh.

Mereka menyadarkan kita bahwa ternyata orang-orang tak sempurna itu mampu membuat keajaiban yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh orang-orang normal pada umumnya. Kemampuan kinestetik dan olah tubuh mereka luar biasa, seperti tidak ada bedanya dengan para atlit normal yang lain. Yakin, banyak orang normal yang tidak bisa mengolah keahlian tubuh seperti mereka. Ucapan “menjadi terbaik tidak butuh sempurna” benar-benar terlihat mata dan berwujud nyata.

Pelajaran amat penting itu bukan saja ditujukan bagi kaum difabel, tetapi bahkan bagi orang-orang normal semuanya. Kita yang sehat selayaknya malu dengan motivasi dan prestasi kaum difabel itu, dan sepatutnya berterima kasih atas inspirasi yang telah mereka persembahkan bagi bangsa Indonesia ini.

Awalnya mungkin kebanyakan dari kita berpikir, untuk apa ajang lomba internasional yang berat itu diadakan untuk kaum difabel? Mungkin sempat ada pikiran bahwa mereka hanyalah orang-orang yang layak dikasihani saja. Namun pikiran tersebut jelas-jelas terbantahkan dalam perhelatan Asian Para Games ini. Bahkan justru sebaliknya, malah orang-orang normal seharusnya belajar hidup dari mereka.

Lihatlah Bulan, anak 10 tahun tanpa kedua kaki, yang sempat berkirim surat kepada Presiden meminta kursi roda. Ia memang bukan atlit dalam ajang ini. Tetapi ia turut hadir bahkan menjadi sentral perhatian publik dalam acara pembukaan. Bersama Presiden yang apresiatif-inspiratif dan menggelegakkan semangat juang di sampingnya, ia telah mengajarkan arti kejuangan dan kuatnya harapan.

Pada saat banyak anak-anak normal yang mungkin belum memiliki rencana dan cita-cita hidup mulia, Bulan telah memilikinya dan menularkannya kepada jutaan orang. Ada banyak cita-citanya, tetapi tiga cita-citanya saja belum tentu dimiliki anak-anak normal seusianya.

“Bulan, apa cita-citamu?” tanya host di acara sebuah TV yang disaksikan banyak pemirsa. Dan anak 10 tahun tanpa kedua kaki ini menjawab, “Ada banyak. Tapi setidaknya tiga saja. Pertama, ingin jadi pelukis digital. Kedua, ingin jadi atlit pemanah. Dan ketiga, ingin jadi dokter untuk kaum difabel secara gratis.”

Dalam usianya yang baru 10 tahun itu pun ia sering menjadi motivator bagi anak-anak. Dan katanya, di antara kegiatan sehari-harinya adalah memang memberikan motivasi. Luar biasa…!

Bagi saya, Bulan bukan saja telah menjadi motivator bagi anak-anak seusianya atau yang berkondisi sama. Tetapi ia bahkan telah menjadi motivator bagi para orang dewasa dan normal. Bukan saja kata-katanya, aura dan semangat positifnya saja sudah menjadi motivasi yang inspiratif.

Asian Para Games bukan saja menjadi ajang unjuk prestasi bagi kaum difabel. Tetapi juga menjadi sekolah kehidupan bagi kemanusiaan yang sangat berarti. Tentang semangat hidup, motivasi prestasi, harapan dan kerja keras, serta kesamaan hak dalam mengkreasi dan mempersembahkan keunggulan. Ini acara dan pelajaran yang sangat berharga bagi kemanusiaan.

Kesempurnaan kemanusiaan bukan milik orang-orang yang normal, tetapi milik siapa saja yang bekerja keras mencapainya. Disability itu bukan milik kaum difabel, karena disability akan mengenai siapa saja yang tidak mensyukuri dan menghargai hidup.

Inspirasi keunggulan bisa didapatkan dari mana saja. Pelajaran hidup bisa dipersembahkan oleh siapa saja. Dan dari Bulan dan teman-temannya kita telah mendapatkan inspirasi meraih bulan dan motivasi setinggi bintang.

Bersyukur bulan ini kita telah mendapatkan pelajaran berharga tentang kemanusiaan dan keunggulan. Bahwa “Menjadi manusia terbaik tidak butuh tubuh sempurna.”

Stupendous…!!!

Bandung, 14 Oktober 2018

Mahya Lengka

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.