Dua Syarat Jika Ingin Tubuh Dilempar ke Udara

gonusa.com //– Tidak mudah melakukan hal ini. Membiarkan tubuh diangkat, dibopong, lalu dilempar ke udara beberapa kali. Ini pekerjaan yang berisiko.

Butuh setidaknya dua hal penting dalam tindakan yang tidak biasa ini. Pertama, keberanian dari orang yang dilemparkan. Dan kedua, kepercayaan kepada orang-orang yang melempar.

Berani saja tidak cukup. Perlu kepercayaan kepada orang-orang yang akan melemparkan tubuh kita.

Saat balita mungkin sebagian kita pernah tubuhnya dilemparkan ke atas oleh ayah kita, sambil bermain dan menghibur. Kita bahagia dan tertawa meakukannya. Kita percaya bahwa ayah kita pasti menjaga kita agar tetap selamat.

Tetapi, saat tubuh kita dilemparkan saat dewasa, oleh orang-orang yang bukan keluarga kita, tidak mudah melakukannya. Kita mungkin berani. Tetapi kita perlu kepercayaan atau rasa percaya kepada para pelempar itu.

Apa yang dilakukan oleh Kang Dedi Selasa 2 Januari 2017 kemarin, saat tubuhnya dilemparkan ke udara oleh warga, tentu tidak lepas dari ini. Harus berani, dan harus percaya. Dan agar percaya, maka harus dipastikan bahwa orang-orang itu memang bisa dipercaya.

Kang Dedi tentu saja bukan sedang bermain akrobat. Ia melakukannya sebagai salah satu wujud syukur karena bisa menunaikan nazarnya yang harus ia tunaikan menjelang akhir masa jadi bupati di Purwakarta. Yakni, mengkhitan 99 anak di Subang sambil mengarak dan membahagiakan mereka. Subang adalah daerah kelahiran dan tempatnya tumbuh hingga remaja.

Siapa pun boleh saja melakukan tindakan di atas, membiarkan tubuh dilempar ke udara. Asal berani dan percaya, serta memastikan semua akan baik-baik saja. Jika tidak, urungkan keinginan anda.

Sebab tindakan ini memang hanya bagi orang-orang berani dan percaya kepada sesama.

Sampurasun, 3 Januari 2018

Bagea

Mahya Lengka

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.