Dermawan dan Ilmuwan

Ada satu masa, ketika kebaikan memberi materi lebih berharga dan bermanfaat ketimbang memberi ilmu pengetahuan…

Saat itu orang-orang lebih mencintai orang yang memberi mereka makan, baju, sepatu, uang SPP, biaya pengobatan dan sejenisnya, apa pun latarbelakang pemberi itu. Ketimbang orang yang hanya suka bicara agama dan menyampaikan ayat-ayat…

Jika masa itu sedang datang, maka menjadi saudagar yang dermawan harus lebih dikejar ketimbang menjadi ilmuwan yang hanyut dalam teori dan penelitian yang tidak berdampak langsung bagi kemanfaatan orang banyak dalam waktu yang segera. Saat itu, seorang dermawan lebih dibutuhkan ketimbang seorang ilmuwan.

Namun semua tentu ada konteksnya, ada saatnya. Dan konteks yang berbeda akan mengubah prioritas secara berbeda pula. Ada konteks yang memprioritaskan dermawan, ada juga konteks yang memprioritaskan ilmuwan.

Bandung, 09 Nopember 2015

Ashoff Murtadha

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.