Category Archives: Tafsir

Menjumpai Ruh Orang Mati

Sehabis salat tarawih Ramadhan yang baru lalu, seorang bapak menepuk tangan ..

“Pak, saya mau bicara (dalam bahasa Sunda).”

Antara Laylatul Qadar dan Laylah Mubarakah

nishfu syaban 2

Ada dua malam, di mana Allah telah menurunkan AlQuran secara sekaligus (daf’ah waahidah), tidak diturunkan secara berangsur. Untuk hal ini Allah menggunakan kata ANZALNAA (yang bermakna menurunkan secara sekaligus), bukan NAZZALNAA (yang bermakna menurunkan secara berangsur dan gradual).

Dua malam itu adalah:

# 152 : Infak dan Sedekah: Menghilangkan Kesulitan, Mengundang Rezeki Datang

Apakah kesulitan hidup bisa dihilangkan dengan infak atau sedekah? Al-Quran menjawab, “Hendaknya orang yang sedang lapang menginfakkan sebagian dari kelapangan hartanya. Dan orang yang sedang ditimpa kesulitan, maka hendaknya ia menginfakkan apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan apa yang telah Dia berikan. Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan.” (QS Al-Thalaq 65:7)

Allah Swt. sungguh telah menjanjikan kemudahan setelah kesulitan, bagi siapa saja yang tengah kesulitan rezeki, yang berinfak dengan apa saja rezeki yang telah ia terima dari-Nya… DIA tidak membebani, tetapi keikhlasan berinfak dan bersedekah (berapa pun) akan membuat-Nya memberi anugerah kemudahan rezeki kepada pelaku infak tersebut. Musibah dan bencana juga bisa ditolak dengan sedekah dan infak. Nabi bersabda, “Mulailah pagi kalian dengan sedekah, karena bencana/malapetaka takkan bisa melampaui sedekah.”

# 147 : Sebelum Memohon Ampunan kepada Allah Swt, Temuilah Dulu Rasul-Nya

Allah Swt. telah mengajarkan salah satu cara dan adab bertaubat (memohon ampunan-Nya) kepada umat beriman, dalam salah satu ayat-Nya dalam Al-Quran Al-Karim….

“Sekiranya mereka saat menzalimi diri sendiri (berbuat dosa) itu datang kepadamu (hai Muhammad), kemudian mereka memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohon ampunan untuk mereka, niscaya mereka menemukan Allah Zat yang menerima taubat dan menyayangi…” (QS al-Nisa, 4:64)

Ayat ini mengajarkan etika atau adab memohon ampunan kepada Allah… Jadi, di antara cara bertaubat (memohon ampunan kepada Allah) adalah: datang terlebih dahulu kepada Rasul-Nya, dan meminta beliau untuk beristighfar bagi kita, lalu kita pun beristighfar kepada-Nya…

# 45 : Bolehkah Melakukan Salat Sunnah setelah Salat Witir?

Redaksi pertanyaan di atas, bisa juga begini: “Bolehkah melakukan salat sunnah setelah salat tahajjud?” Atau, “Bolehkah melakukan salat sunnah setelah salat tarawih?”

Sebelumnya harus saya sampaikan bahwa saya tidak berkapasitas untuk menjawab pertanyaan di atas. Yang berhak dan pantas menjawabnya adalah seorang mujtahid atau marja`. Namun, dengan segala kekurangan, saya mencoba untuk memahami persoalan ini berdasarkan apa yang baca dan mengerti saja.  Semoga Allah Swt. mengampuni kekurangan saya.

# 44 : Jumlah Rakaat Salat Tahajjud dan Caranya

Salat tahajjud biasa juga disebut dengan nafilah al-layl. Disebut demikian, karena salat tahajjud merupakan salat sunnah rutin yang khusus dilakukan pada malam hari. Nafilah artinya sesuatu yang disunnahkan, atau tambahan. Selain malam hari, salat nafilah juga ada yang dilakukan pada subuh (yang disebut dengan nafilah al-shubhi) dan siang hari (yang disebut dengan nafilah al-nahar).

Di sini kita tidak membahas nafilah al-shubhi dan nafilah al-nahar. Sekarang kita fokus pada bahasan tentang nafilah al-layl. Mungkin suatu saat kita bisa bahas jenis nafilah lain pada kesempatan atau momentum lain, atau bahkan forum berbeda (belum tentu di blog, maksudnya).

# 43 : Mengqadha Shalat Tahajjud atau Memajukannya (Taqdim)

Bagaimana jika seseorang sangat ingin salat malam, tetapi ia bangun saat fajar sudah menyingsing, menjelang azan subuh berkumandang?
Atau, ia sangat ingin salat tahajjud, tetapi khawatir tidak bisa bangun pada sepertiga malam akhir, atau khawatir ia bermimpi basah dan saat bangun waktu salat tahajjud telah lewat?

Bolehkah orang dalam kondisi seperti itu memajukan pelaksanaan salat tahajjud sebelum tengah malam, atau sebelum ia tidur? Atau, bolehkah ia mengqadhanya ketika waktu salat tahajjud itu telah lewat?

# 42 : Kapankah Waktu Salat Tahajjud?

Salat tahajjud, salat malam, shalat al-layl, atau nafilah al-layl adalah istilah-istilah yang merujuk pada maksud yang sama, yakni salat malam atau tahajjud yang ditegaskan dalam QS al-Isra, 17:79. Sebenarnya shalat al-layl merupakan bagian dari paket salat tahajjud atau nafilah al-layl. Paket nafilah al-layl atau salat tahajjud terdiri dari (1) shalat al-layl (salat malam) yang terdiri dari 8 rakaat, (2) shalat al-syaf`i (salat genap) yang terdiri dari 2 rakaat, dan (3) shalat al-witr (salat witir, yang artinya salat ganjil) yang terdiri dari 1 rakaat. Semuanya berjumlah 11 rakaat.

close