Category Archives: Keluarga

# 98 : Jika Anak Sakit, Siapakah yang Paling Repot?

Jika seorang anak kecil sakit, siapakah yang paling repot? Tentu saja orang tuanya: ibu dan ayahya… Tetapi dari keduanya, siapakah yang lebih repot: ibunya ataukah ayahnya?

Seorang ayah tentu harus paling bertanggung jawab terhadap anak-anaknya… Pilihan dan keputusan hidup yang diambil seorang ayah bahkan sangat menentukan masa depan anak-anaknya pula…

Carilah Pasangan Sekufu

suami isteri

Bagi yg blm menikah, seriuslah mencari dan menemukan yg sekufu.
Yg dimaksud, bukan kufu hartawi. Tapi satu kufu dalam visi, dalam mindset, cara berpikir. Jika visi sdh sekufu, tidak masalah mendapatkan isteri kaya raya, sementara perempuan mendapatkan pemuda rupawan terbaik. Muhammad dan Khadijah, contoh pasangan kufu. Semua kisah hidup keduanya keindahan, sekalipun dalam penderitaan.
Ali dan Fathimah contoh lainnya. Nabi tdk menemukan kufu bagi puterinya selain Ali sepupu yg sdh beliau timang sejak Ali bayi, dan terus didik dan kader pada masa2 berikutnya.

Membantu Yang Susah Lebih Utama daripada Berceramah Ilmu

Ada satu masa, kebaikan memberi materi lebih berharga dan bermanfaat ketimbang memberi ilmu pengetahuan…

Orang-orang mencintai orang yang memberi mereka makan, baju, sepatu, uang SPP, biaya pengobatan dan sejenisnya, apa pun latar belakang pemberi itu. Ketimbang orang yang hanya suka bicara agama dan menyampaikan ayat-ayat semata…

ISTERI LEBIH HEBAT

Vata-Umi 1

Ketika bayi terbangun tengah malam, yang bangun dan mengurus buah hati hingga kembali pulas adalah isteri. Kemana suami? Mungkin tetap tidur, mgkn pura2 tdk dengar, mgkn ikut bangun dan bantu2, namun sebentar kemudian tidur lagi.

Ketika ada anggota rumah yang sakit, bahkan lebih dari satu pun, isteri sanggup mengurus dan merawat pasien2nya dengan sabar, sambil tetap menyelesaikan seluruh rutinitas kerumahtangaan. Isteri mampu melayani semua keluarga di rumahnya tetap dengan baik dn sempurna.

Mendoakan Teman yang Berulang Tahun

Saling mendoakan adalah kewajiban sesama Muslim. Namun sejujurnya setiap Muslim jarang saling mendoakan khusus saat bertemu saudara Muslim lainnya. Sebagian malah ada yg saling mencaci, bahkan lebih parah lagi mengkafirkan.

Bahkan Nabi Saw pun diperintahkan Allah tuk mendoakan orang2. Mengapa? Kata AlQuran, “Sesungguhnya doamu adalah ketenangan bagi mereka. Inna shalaataka sakanun lahum.”

Karena kita jarang saling mendoakan secara khusus kepada saudara Muslim kita, maka kiranya perlu ada momentum. Dan umat manusia berkreasi menemukan momentum itu, yakni saat waktu kelahiran, miilaad.

Mendoakan Saat Ulang Tahun, Bolehkah?

Saling mendoakan adalah kewajiban sesama Muslim. Namun sejujurnya setiap Muslim jarang saling mendoakan khusus saat bertemu saudara Muslim lainnya. Sebagian malah ada yg saling mencaci, bahkan lbh parah lagi mengkafirkan.

Bahkan Nabi Saw pun diperintahkan Allah tuk mendoakan orang2. Mengapa? Kata AlQuran, “Sesungguhnya doamu adalah ketenangan bagi mereka. Inna shalaataka sakanun lahum.”

Karena kita jarang saling mendoakan secara khusus kepada saudara Muslim kita, maka kiranya perlu ada momentum. Dan umat manusia berkreasi menemukan momentum itu, yakni saat waktu kelahiran, miilaad. Saat ulang tahun.

Memang ada sebagian kalangan yg membid’ahkan mengucapkan selamat ulang tahun, alasannya krn Nabi tdk mencontohkannya. Ya Allah, Allah telah memerintahkan Nabi tuk mendoakan orang2 pd masa beliau, dn beliau sdh menunaikannya. Ibnu Abbas didoakan khusus oleh beliau. Ammar bin Yasir didoakan khusus oleh beliau. Abu Dzar al-Ghifari didoakan khusus oleh beliau. Salman alFarisi didoakan khusus oleh beliau. Umar bin Khaththab didoakan khusus oleh beliau.

Selain individu, beliau jg bahkan mendoakan suatu kaum. Misalnya doa beliau, Ya Allah berkahilah Syam kami. Ya Allah berkahilah Yaman kami. Tuk orang2 Thaif jg beliau mendoakan khusus.

Skrg kita memiliki tradisi saling mendoakan kebaikan saat waktu kelahiran kita. Mengucapkan selamat dn menyampaikan doa. Rasul mendoakan orang-orang dn kaum. Bukankah itu contoh yg sangat jelas (burhaan qaathi’) dari beliau?

Ttg waktunya? Bukankah Nabi tdk mencontohkan doa saat kelahiran seseorang? Lagi-lagi ini momentum dn kesempatan. Sebaiknya kita saling mendoakan setiap saat secara khusus. Tp sejujurnya, itu sulit dilakukan. Krn kita masing2 memiliki perhatian sndiri-sndiri. Dan skrg kita menemukan kesempatannya, yakni waktu kelahiran seseorang. Jangan lupa, intinya kita sdg saling mendoakan kebaikan secara khusus. Dan Nabi telah meneladankannya kpd kita.

Lagi pula, dalam AlQuran pun Allah mengucapkan salam (mendoakan keselamatan) tuk Nabi Yahya saat kelahirannya, saat kematiannya, dan saat ia dibangkitkan kelak. Salaamun ‘alayhi yawma wulida wa yawma yamuutu wa yawma yub’atsu hayyan…

Juga Nabi Isa mendoakan dirinya dalam surat Maryam, “Salam atasku pada hari aku dilahirkan, saat aku meninggal, dan saat aku dibangkitkan kelak.”

Hadits Nabi saw dn ayat2 alQuran itu sedemikian jelas. Jd, kalangan yg biasa dan mudah membidahkan sesuatu, apalagi kemudian menyebutnya sbg tradisi Yahudi, mngkn ini jadi pertimbangan.

Saling mendoakan sesama Muslim adalah ajaran dan pesan Islam yg rahmatan lil aalamiin. Lain halnya jk ada sebuah acara kelahiran kemudian ada kegiatan2 yg menyimpang dn terlarang menurut syariat. Ini sdh jelas penilaiannya. Dan itu bukan bandingannya dg kegiatan saling mendoakan kebaikan.

Saling mendoakan sesama Mukmin, saling memberi perhatian kpd sesama Muslim, saling menyayangi sesama Muslim, adalah ajaran Islam, ajaran Nabi Saw. Yg bukan ajaran Islam dan Nabi adalah mengkafirkan sesama Mukmin, mencela sesama Muslim, memfitnah sesama Muslim, mencari2 kesalahan sesama Muslim karena kebencian, apalagi melakukan bom diri di tengah2 kaum Muslimin…

Sekali lagi terima kasih atas doa2 kebaikan yg tulus dr teman2 semua. Sy tidak bisa menyebutkan satu persatu antum semua. Allah yg mahatahu kebaikan antum semuanya. Semoga Dia menganugerahi kebaikan abadi bagi semua yg mendoakan, dan jg kita semua. Keimanan yg kuat, husnul khatimah, kesehatan, rezeki yg halal, baik dn luas, kelapangan, kemudahan dn kebahagiaan… Dan lain-lain sejenisnya. Aamin yaa Ilaahal ‘aalamiin….

Salam

27 Okt 2015

Ashoff Murtadha

Buruknya Komunikasi Anak dan Orang Tua

orang tua anak

Bagi sebagian Anda, mungkin ini aneh dan mana mungkin terjadi. Namun bagi yang merasakannya, ini faktual dan benar2 dirasakan. Dan, kalau kita jeli, kasus ini tidak sedikit terjadi di sekitar kita.
Anak2 tidak diajak ngobrol oleh orang tuanya. Berkomunikasi, ditanya kabarnya, ditanya schoolingnya, bgm hubungan dg teman2nya, atau apa lah. Mgkn saat makan malam, atau sarapan, atau saat anak memasang tali sepatu mau berangkat sekolah, atau kapan lah…

# 85 : Ajari Anakmu Meraih Prestasi secara Ksatria

Mengapa kaularang anakmu meminjamkan buku kepada temannya untuk sekadar diphotokopi, sebagai persiapan mengikuti ujian..? Padahal meminjamkan buku takkan mengurangi kecerdasan anakmu…

Setiap orang tua pasti ingin anaknya berprestasi di sekolahnya.. Tetapi bukan berarti harus dengan cara memonopoli informasi dan menghalanginya dari teman-temannya…

Sungguh, prestasi akan berkualitas jika diraih dengan cara ksatria…!

close