Category Archives: Dedi Mulyadi

22# Kamis Welas Asih di Purwakarta, Manifestasi Cinta Rasa Budaya

dedi kemis welas asih1

Jika seorang pemimpin serius menjalankan fungsi dan tugas kepemimpinannya, mencintai pekerjaan pelayanannya, dan benar-benar memikirkan masyarakat yang dipimpinnya, maka yang lahir darinya bukan saja berbagai jenis pengkhidmatan dan pelayanan,

21# Di Bandung, Tukang Fotokopi Mengidolakan Kang Dedi

dedi cetok nini

Saya memiliki langganan tempat fotokopi di Cibiru Bandung, sejak kuliah dulu hingga sekarang. Pemiliknya, sebut saja Mas Didi, rendah hati dan mudah akrab. Ia memiliki dua karyawan. Anak isterinya juga sering datang membantu atau sekadar menunggu.

20# Kang Dedi dan Empat Cara Memahami Sunda

dedi dan surawisesa

Terutama di kalangan masyarakat Jawa Barat, tema Sunda kembali mencuat kuat. Dalam obrolan-obrolan ringan dulu memang kerap dibahas terbatas. Namun kini sepertinya tema Sunda makin luas dibahas.

19# Ketika Sopir Angkot di Bandung Membicarakan Dedi Mulyadi

dedi mulyadi dan sopir angkot

Lagi-lagi di luar dugaan, dan surprised. Dikira, sopir angkot mah tidak suka membicarakan figur-figur politik, apalagi bukan figur politik nasional. Kalau figur politik nasional, okelah, mereka mengenali dan membicarakannya. Karena, seorang figur politik nasional –apalagi seorang presiden atau capres—pasti dikenal oleh semua orang dari berbagai lapisan, di daerah mana saja.

18# Kang Dedi di Mata Tukang Urut di Bandung

dedi dan petani d sawah

Popularitas namanya boleh saja menempati posisi ketiga menurut lembaga survei beberapa bulan yang lalu. Tetapi jangan salah, nama Dedi Mulyadi makin sering diperbincangkan orang-orang dari berbagai kalangan. Bukan hanya dari kalangan orang yang menyukai berita-berita politik dan nasional. Tetapi juga dari kalangan masyarakat kecil yang sehari-harinya tidak akrab dengan berita-berita online.

16# Belajar Kearifan Kosmologis dari Dedi Mulyadi

dedi di depan orang-orang pangsi

Seperti kita ketahui, narasi utama yang menjadi ciri khas Dedi Mulyadi adalah budaya. Narasi budaya yang ia perjuangkan lahir dari kesadaran bahwa kebudayaan adalah hasil cipta dan karsa manusia ketika berinteraksi dengan alam sekitar. Alam yang dimaksud adalah mencakup empat unsur, yakni tanah, air, angin (udara) dan matahari (api). Karena kondisi alam berbeda-beda, maka interaksi manusia dengan alam kelak melahirkan berbagai budaya yang beragam.

15# Luthfi dan Dedi Mulyadi, Bagaikan Syekh Quro dan Siliwangi

dedi habib luthfi 2

Acara Dzikir Kebangsaan yang diadakan di Taman Pasanggrahan Pajajaran Purwakarta, Selasa 22 Agustus 2017 kemarin, telah menyatukan Maulana Habib Luthfi bin Yahya dengan Kang Dedi Mulyadi. Habib Luthfi adalah seorang ulama NU kharismatik, Rais ‘Am JATMAN (Jaringan Ahlut Thoriqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyyah). Sedangkan Dedi Mulyadi adalah seorang pemimpin di Kabupaten Purwakarta, salah satu daerah Sunda yang sangat penting saat ini.

14# Dengan Budaya dan Desa, Kang Dedi Membangun Sesama

dedi manggul beras bareng petani

Ada dua narasi besar yang Dedi Mulyadi selalu sosialiasasikan dan perjuangkan, bahkan berhasil ia wujudkan dalam berbagai kebijakan dan program. Yakni budaya dan desa. Dua narasi inilah yang ia jadikan andalan dalam memimpin, membangun dan melayani masyarakatnya.

close