Category Archives: Sosbud

Kang Dedi Mulyadi, Tukang Ngarit yang Makin Melejit

dedi pakai cetok

Saat ini, selain Presiden Joko Widodo, ada sosok lain yang sepak terjangnya selalu menginspirasi, serta kerap menjadi perhatian dan perbincangan publik. Ia seorang anak desa kelahiran Jawa Barat bagian utara, tepatnya Subang. Waktu kecil ia sering ngarit (menyabit rumput untuk memberi makan domba), menggembala domba, pernah menjadi pembuat bata, tukang ojek, pencari belalang di sawah, penjual es bonbon, gorengan dan layang-layang.

ATM Beras Purwakarta, Inovasi Terbaru Keadilan Indonesia

dedi dan atm beras

Satu lagi inovasi terbaru dari Purwakarta. Yakni ATM Beras, yang mulai digulirkan pada tanggal 1 Juni, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Pertama kali mendengar dan membaca nama ATM Beras, langsung tertarik. Gagasan apa lagi nih, yang diinovasi oleh Kang Dedi Mulyadi. Istilah ATM sebenarnya sudah sangat familiar, kebanyakan kita tentu sudah mengetahuinya dan memanfaatkannya untuk menarik uang di bank. Kalau ATM Beras, apa pula ini?

Kontroversi “Saya Indonesia, Saya Pancasila”

jokowi saya pancasila

Bertahun-tahun mengenal Pancasila, menghafal kelima silanya, menghafal lagunya sejak SD, mengikuti penataran P4-nya saat kuliah, baru kali ini merasakan euforia Pancasila di mana-mana, bersama-sama. Kalau dulu waktu kecil bergembira menyanyikan lagu “Garuda Pancasila”, kini menyebut Pancasila dengan bangga dan perasaan berbeda.

Logika Aneh Aa Gym Saat Ketahuan Bermain Panahan di “Masjid”

agym panahan di masjid

Seharusnya saya menulis tulisan ini awal Juni 2017 yang lalu, saat kejadiannya masih aktual dan fresh. Tetapi karena saat itu belum memungkinkan, saya menangguhkannya, dan baru sekarang bisa menuliskannya. Tetapi tidak apa lah saya menuliskannya sekarang. Toh yang saya soroti bukan kejadian bermain panahan di tempat yang diduga masjid itu, melainkan lebih pada logika yang sempat disampaikan oleh A Gym sesudah kejadian yang membuatnya malu itu.

Institut Pancasila, Kado Istimewa dari Purwakarta untuk Indonesia

dedi dan IP
Awalnya hanya membaca sebuah judul artikel tentang pendirian Institut Pancasila di Purwakarta. Tanggal 1 Juni kemarin, saat publik ramai menyuarakan Saya Indonesia, Saya Pancasila, hari yang diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Kemudian mencoba searching di Google, dengan keyword Insititut Pancasila Purwakarta. Ternyata pemberitaannya sudah cukup banyak. Berbagai media online sudah menuliskannya, termasuk website resmi pemkab Purwakarta sendri, purwakartakab.go.id.

Jokowi Itu Trendsetter Efektif

jokowi saya pancasila

Percaya atau tidak, Jokowi itu seorang pemimpin trendsetter yang efektif. Jika Anda sudah tahu, tentu karena faktanya banyak menunjukkan demikian. Kepala Anda sudah berisi sekian fakta yang bisa Anda ceritakan. Jika Anda belum tahu, tentu saja tidak berdosa, tetapi sebaiknya ketahuilah hal ini, sekalipun terlambat. Sebab, Anda sedang hidup di lingkungan dan media yang terkena pengaruh Jokowi, Jokowi’s Effect.

Dalam Radikalisme, Bandung Perlu Belajar dari Sekolah Ideologi Purwakarta

dedi santai iket
Bom lagi, bom lagi. Sepertinya baru kemarin bom mengguncang Jakarta, tepatnya di kawasan Sarinah. Publik lagi-lagi dikagetkan oleh tindakan biadab tanpa nalar sehat ini. Bagaimana tidak? Ini jelas tidak masuk akal, di mana ada sekelompok orang yang merasa sedang berbuat baik (ingin meraih surga) dengan meneror dan membunuh umat manusia yang tidak berdosa.

Mendesak, Perlunya Redefinisi dan Sertifikasi Ulama

FB_IMG_1495410438702

Judul tulisan di atas tentu takkan mudah diterima begitu saja. Bisa melahirkan kontroversi, perdebatan dan kesalahpahaman. Jangankan untuk meredefinisi dan mensertifikasi ulama, saat Menag mewacanakan sertifikasi bagi penceramah di masjid dan rumah ibadah saja kontroversinya cukup jauh. Apalagi ulama yang dari segi maqam lebih tinggi dari sekadar penceramah.

close