Carilah Pasangan Sekufu

Bagi yg blm menikah, seriuslah mencari dan menemukan yg sekufu.
Yg dimaksud, bukan kufu hartawi. Tapi satu kufu dalam visi, dalam mindset, cara berpikir. Jika visi sdh sekufu, tidak masalah mendapatkan isteri kaya raya, sementara perempuan mendapatkan pemuda rupawan terbaik. Muhammad dan Khadijah, contoh pasangan kufu. Semua kisah hidup keduanya keindahan, sekalipun dalam penderitaan.
Ali dan Fathimah contoh lainnya. Nabi tdk menemukan kufu bagi puterinya selain Ali sepupu yg sdh beliau timang sejak Ali bayi, dan terus didik dan kader pada masa2 berikutnya.

Jika kita memaksakan diri menikahi orang yg tdk kufu visioner, nikah Anda sah. Tp mgkn akan sering cekcok yg tdk perlu, dan itu terjadi karena ketidaksinkronan mindset. Jk mindsetnya sama2 tidak diperbaiki, konflik terbuka atau diam2 akan terus mengganggu.
Jk sdh begitu, biasanya, org berpikir, ya sdh kita jalani sj hidup masing2. Keluarga dn masyarakat tdk perlu tahu bhw rumah tangga di ambang kehancuran. Di luar hrs tetap terlihat harmonis, sekalipun di dalam sdg miris.
Mereka memang sebaiknya bersabar, masing2 pihak. Sabar termasuk menahan diri dari godaan yg bisa muncul akibat kondisi rumah tangga yg suram.
Apa yg dimaksud dg kufu agama itu terlalu luas, blm definitif. Apakah cukup dg penilaian suka salat tepat waktu, atau pintar baca AlQuran sj? Apakah indikasi ini menjamin keluarga bahagia?
Ada seorang suami, secara fisik soleh, bs baca Al Quran, bisa bahasa Arab, birrul walidayn, lulusan santri. Menikah dg perempuan cantik yg awalnya berjilbab, tp punya masa lalu tdk berjilbab, senang jalan, namun pekerja keras.
Awalnya rumah tangga biasa berjalan. Tambah tahun, mulai terkuak perbedaan mindsetnya, visi hidupnya. Isterinya memutuskan jd wanita karir dg biasa pulang malam, smntara suami bekerja di luar kota dn hanya bertemu sabtu minggu. Itupun si suami lbh ingin dekat dg ibunya di kotanya kerja, Yogya, sementara si isteri jg lbh sayang ibunya shngga tetap ingin di bdg.
Keduanya msh ada pertemuan krn sdh beranak tiga. Tetapi kehidupan rumah tangganya sebenarnya tdk berjalan dg sehat, dan ingin terlihat baik2 sj secara publik.
Apakah ini kasus satu2nya? Tidak. Mngkn Anda tahu sebagiannya.
Dan mereka sebenarnya sdg menjerit mencari solusi…
Indikator kufu agama hrs dimasukkan bberpa diantaranya:
1. Kecerdasan
2. Kerja keras
3. Memiliki cara pandang yg sama ttg agama
4. Saling menghargai
5. Mindset yg sama, visi yg sama
6. Tanggung jawab
Sebab, agama adalah akal, al-diinu aqlun. Jd, agama bukan hnya ttg salat atau alQuran, atau bhs Arab.
Maka, kembali kepada yg blm menikah, seriuslah menemukan yg satu kufu: visi dn mindset.
10 okt 2015
Ashoff Murtadha

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.