# 1: Bahasa Arab Itu Luar Biasa dan Dahsyat…!!!

Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat istimewa, dan luar biasa. Tidak ada bahasa yang memiliki keistimewaan melebihi bahasa Arab. Satu-satunya bahasa yang menjadi bahasa sebuah Kitab Suci (Al-Quran) yang selalu terjaga keasliannya, adalah bahasa Arab. Kitab Suci lain bisa saja diturunkan dalam sebuah bahasa. Tetapi, Kitab Suci itu oleh penganutnya sudah dianggap sebagai Kitab Suci pula ketika diterjemahkan dalam bahasa kedua, ketiga, dan seterusnya. Namun tidak demikian dengan Al-Quran. Al-Quran adalah Kitab Suci yang berbahasa Arab. Ketika ia diterjemahkan dalam berbagai bahasa lain, maka terjemahannya itu bukanlah Al-Quran: Terjemahan itu hanya TERJEMAHAN AL-QURAN saja. Sedangkan Al-Quran-nya sendiri adalah Kitab Suci yang berbahasa Arab itu. Kitab Suci umat Islam adalah “QUR`AANAN `ARABIYYAN” –Al-Quran yang berbahasa Arab.

Sejak pertama kali diturunkan, Al-Quran adalah Kitab Suci yang berbahasa Arab. Ketika ia diajarkan kepada umat generasi pertama (para sahabat Nabi), ia juga disampaikan dengan bahasa Arab. Dan ketika ia disampaikan dari generasi Muslim ke generasi Muslim lainnya, ia tetap berbahasa Arab, sampai hari kiamat. Al-Quran tidak akan berubah, dan tidak akan menerima perubahan, bahkan satu huruf sekalipun. Apalagi perubahan bahasanya. Al-Quran tetap berbahasa Arab, dari awal ia diturunkan, hingga ia kembali lagi kepada Allah Swt. di surga kelak.

Itu artinya, bahasa Arab memang luar biasa, berbeda dengan bahasa lain di mana pun. Ia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Fakta bahwa ia menjadi bahasa dari sebuah Kitab Suci dari agama yang dibawakan oleh Nabi Terakhir saja, itu sudah menunjukkan keutamaannya yang luar biasa. Belum lagi bila kita ungkap detil-detil keunggulan bahasa Arab itu sendiri, yang sebagian sudah coba diungkap oleh para peneliti.

Al-Quran adalah Kitab Suci dari agama yang terakhir dan paling sempurna, yang diturunkan kepada Nabi akhir zaman yang paling utama. Sebagai Kitab Suci yang paling utama, tentu saja ia disiapkan oleh Allah Swt. secara utama pula. Karenanya, ketika kemudian Al-Quran diturunkan berbahasa Arab, itu artinya adalah bahwa Arab juga merupakan sebuah bahasa yang utama. Bahasa Arab dipilih sebagai bahasa Al-Quran karena ia memang layak menjadi Kitab Suci paling sempurna dan utama.

Ada yang beranggapan, bahwa bahasa Arab itu sebenarnya biasa saja, sama dengan bahasa-bahasa lain di dunia sepanjang sejarah. Yang membuatnya utama dan terhormat adalah karena ia menjadi bahasa sebuah kitab suci. Dan yang menjadi bahasa sebuah kitab suci, tidak hanya bahasa Arab.  Artinya, keutamaan yang dimiliki oleh bahasa Arab sama saja dengan keutamaan yang dimiliki bahasa-bahasa lain yang menjadi bahasa kitab suci. Seandainya ia tidak menjadi bahasa sebuah kitab suci, maka ia akan sama saja dengan ribuan bahasa lainnya. Begitu kurang lebih yang ia pikirkan.

Sekarang kita renungkan, jika memang bahasa Arab itu menjadi utama hanya karena ia digunakan menjadi bahasa Al-Quran, mari kita ajukan pertanyaan:mengapa Allah menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab, tidak dalam bahasa lain? Mungkin akan dijawab, “Ah itu khan karena Nabi yang membawanya berasal dari bangsa Arab.” Mari kita tanyakan lagi, “Lalu mengapa Allah mengutus Nabi terakhirnya dari kalangan bangsa Arab, tidak dari bangsa lain?” Apakah Allah menjadikan itu tanpa maksud? Sungguh, tidak ada perbuatan Allah yang sia-sia tanpa maksud; semua perbuatan-Nya terencana dan bermakna.

Dengan logika ini, maka ketika Dia menurunkan Al-Quran (anzala al-qur`an) dan menjadikan Al-Quran (ja`ala al-qur`an) berbahasa Arab, itu artinya karena di dalam bahasa Arab sendiri telah terkandung keutamaan yang luar biasa. Dan karena kandungan keutamaan yang luar biasa itulah maka bahasa Arab mendapatkan anugerah sebagai bahasa Al-Quran. Dan hanya ketika berbahasa Arab saja pulalah, Al-Quran disebut Al-Quran. Bila ia diterjemahkan ke bahasa lain, maka terjemahan itu hanya sebatas Terjemahan Al-Quran.

Diturunkannya Al-Quran dalam bahasa Arab tentu merupakan sebuah rencana Ilahi. Fakta itu tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Tidak mungkin juga jika alasannya adalah karena Nabinya berbangsa Arab. Singkat cerita, bahasa Arab dijadikan bahasa Al-Quran adalah karena bahasa itu secara intrinsik adalah unggul dan luar biasa. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw. yang berbangsa Arab itu dipilih menjadi nabi akhir zaman, penutup para nabi dan yang paling utama di antara mereka, juga karena beliau memiliki keunggulan yang luar biasa, yang tidak dimiliki oleh satu pun pribadi di berbagai belahan dunia, sepanjang sejarah. Dan keunggulan itu tidak beliau dapatkan dengan given begitu saja, melainkan beliau telah memperjuangkannya sejak kecil. Keunggulan itu telah beliau perjuangkan dalam waktu yang panjang, dan konsisten. Dan hasil dari perjuangan itu, Allah Swt. memilih dan mengangkat beliau sebagai Nabi Terakhir-Nya, bahkan menjadi pemimpin para nabi semua.

Alhasil, bahasa Arab itu luar biasa. Dan siapa pun akan merasakan keunggulan dan keluarbiasaannya ketika ia telah menguasai bahasa utama tersebut.

Namun yang jelas, dengan segala keluarbiasaannya, bahasa Arab tetap mudah dan sederhana… !!!

Ikuti Training Revolusioner Bahasa Arab, dengan target: (1) berdialog dengan Al-Quran dan memahaminya, (2) membaca dan memahami Arab gundul, (3) takallum (berbicara). Hanya 36 pertemuan. Informasinya di sini, Arab Mudah Center (AMC) ….

Ashoff Murtadha

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.