Agama Itu Akal

Agama itu akal. Tidak ada agama bagi yang tidak memiliki akal… Al-Diinu `aqlun, laa diina liman laa ‘aqla lahu...

Agama dan akal itu satu kesatuan. Keduanya saling menguatkan. Jika agama tidak dipahami dengan akal, pemahaman yang lahir bisa irasional dan saling kontradiktif. Jika semangat keagamaan tinggi namun tidak dibarengi akal, maka lahirlah radikalisme. Jika kemudian dibakar dengan fanatisme yang ekstrem, maka kemudian akan lahir perilaku bodoh dan merusak dalam beragama…

Sebaliknya, jika akal tidak dipandu oleh agama (wahyu), maka akal bisa melenceng dan liar, bebas tidak terkendali, dan menyimpang. Lahirlah liberalisme.

Keduanya (radikalisme dan liberalisme) “musuh” agama, musuh wahyu. Baik secara intelektual (pemikiran) maupun aksional (tindakan).

Dan pada zaman sekarang, kita umat Islam tengah menghadapi dua tantangan berat ini. Karena keduanya sama-sama didukung oleh kekuatan besar yg tidak menghendaki umat Islam cerdas (berakal cemerlang) dan berakhlak (beragama dg benar)…

Kekuatan tersebut hanya menghendaki umat Islam untuk bodoh dan dungu, atau liar dan menyimpang dari Tuhan mereka…

Bandung, 31 Januari 2016

AM

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.