Adab Kepada Nabi Saw

Ashoff Murtadha
Direktur Studi Islam Bandung

Ingatlah Muhammad, Nabi Agung al-Mushthafa…

Allah Swt. melarang para sahabat dari berbicara keras kepada beliau. “Janganlah kalian tinggikan suara kalian di atas suara Nabi…” Laa tarfa`uu ashwaatakum fawqa shawti al-nabiy… Ini tentang adab bersuara di dekat beliau. Mengapa larangan ini muncul? Karena pada masa itu, ada sebagian sahabat yang bersuara keras di hadapan Rasulullah.

DIA juga melarang mereka untuk melihat bejana Nabi saat beliau menjamu mereka makan. Mengapa ada larangan ini? Karena sebagian sahabat dulu ada yang kurang sopan saat menerima jamuan beliau…

Suatu saat seorang sahabat juga pernah berkata kepada beliau usai perang, “Berbuat adillah…!” Teks kalimat ini sebenarnya baik. Tetapi apakah pantas diucapkan kepada sosok Nabi yang diutus untuk menegakkan keadilan dan menyebarkan kebaikan, sekaligus meneladankan keduanya? Ucapan sahabat tadi seperti menuduh beliau tidak adil. Sehingga beliau balik berkata (bilmakna), “Kalau aku tidak adil, lalu siapa lagi yang akan berbuat adil?”

Saat Nabi Saw menyampaikan khutbah jumat, sebagian besar sahabat meninggalkan beliau berdiri. Mereka tergiur untuk menuju ramainya permainan dan perdagangan. Allah menegur mereka dalam surat al-Jumu`ah. Yang masih setia menyimak beliau berkhutbah hanya tersisa beberapa (disebutkan, yang tersisa menyimak khutbah Jumat beliau ada 13 lelaki dan 6 atau 7 perempuan saja)..

Saat perjanjian Hudaibiyah, saat Nabi menyetujui poin-poin perjanjian tersebut, seseorang maju dan memegang kerah baju beliau sambil berkata keras dan marah, “Bukankah engkau menjanjikan kami akan mengunjungi Baitullah…?” Beliau menjawab, “Benar, tapi saya tidak menjanjikan tahun ini…”

Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang tersurat atau tersirat dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits mengenai sikap tidak baik dan tidak pantas dari orang-orang generasi awal Islam kepada Nabi. Para sahabat juga manusia biasa, sebagaimana manusia pada generasi-generasi lainnya.. Ada yang akhlaknya terpuji, ada juga yang akhlaknya harus diperbaiki…

Allah memerintahkan umat beriman untuk beradab dan berakhlak kepada beliau. Sebagaimana DIA memerintahkan para sahabat untuk beradab dan berakhlak yang baik kepada beliau, begitu juga umat-umat kemudian… Kita juga…

Shallu ala al-Nabiy…!

Bandung, 6 Desember 2016

 

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.