Ada yang bertanya, “Bagaimana bisa menulis?

Jawabannya, “Mulailah menulis… dan terus menulis!”

Menulis dianggap sulit jika engkau belum memulainya…
…Begitu kata pertama kautuliskan, kata-katamu berikutnya akan bermunculan… Setiap kata akan menuntunmu melahirkan kata baru.. Setiap kalimat akan menuntunmu memproduksi kalimat-kalimat baru berikutnya…

Takkan sulit menulis, jika engkau memulainya…
Maka, mulailah menulis… itu yang akan membuat menulis menjadi mudah…!

Tidak ada yang sulit, jika engkau sudah mulai melakukannya… (Ashoff Murtadha) ***

—- Komentar di Facebook —

Hesa Hasanah Ronanur:

Ahh betul bangett pak, nuhun pisan pencerahannya,, saya lg mau nulis proposal sm novel tp mandeg aja pak,, soalnya bingung mau mulai dr mna,,, nuhun pak…

Balasan:

Hesa, selamat ya…. sudah siap bikin proposal, sekaligus novel lagi… itu hebat…

Dari mana mulai…? Dari mana saja…!

Tulis saja satu kata yang relevan dengan tema yang hendak dituliskan… Kelak kata itu akan menuntun kita menulska…n kata-kata dan bahkan kalimat-kalimat berikutnya…

Tuliskan apa yang menjadi pikiran saat itu… Hanya saja, untuk nutrisi dan bekal otak, jangan lupa membaca dan mengobrol … termasuk dari facebook atau fasilitas internet lainya… Itu akan menjadi stimulus sekaligus membangkitkan keluarnya rangkaian tulisan yang panjang…
Tidak perlu dipusingkan bagaimana editing dan teori menulis… Editing bisa dilakukan setelah kalimat-kalimat yang tertulis sudah banyak… Editing dan penyempurnaan bisa dilakukan sambil proses menulis sudah dimulai…

Jadi, MULAILAH MENULIS… dan terus menulis…!
Juga tidak perlu memaksakan bahwa sebuah tema tulisan harus selesai dalam satu waktu.. Setelah beberapa kalimat tulisan tertuangkan -dan mungkin merasa sudah menthok– berhentilah dulu, lalu membaca ulang hasil tulisan yang ada (setelah diprint out)…

Dari pengalaman saya, membaca tulisan itu kembali justru akan membuat kita bisa mengedit, memperluas, dan menyempurnakan…

Ma`annajah…!*

Asih Sumiasih :

Saya suka menulis juga pak ustadz…… Tapi belum serius. karena hanya berjalan ketika mood dan ada waktu senggang ( yg sedikit sekali )……jadi segalanya tdk pernah tuntas he he he. Padahal ingin juga tuh bisa punya novel atau minimal cerpen.

Balasan:

* Bu Asih : Itu bagus bu… menyukai menulis itu sangat bagus, karena tidak semua orang bisa memiliki kesukaan itu… apalagi sudah mulai mencoba menulis…

Sejauh yang bisa saya terapkan, menulis tidak selalu harus serius… Memang ada tul…isan-tulisan tertentu yang membutuhkan keseriusan… Tapi banyak tema dan jenis tulisan yang tidak harus kita lakukan dengan serius pula….

Termasuk tulisan yang hanya terdiri dari 5 baris sekalipun, ketika gagasannya sudah tuntas, itu juga sudah merupakan tulisan yang bermakna… dan itu bermanfaat… Jika tulisan yang pendek-pendek itu dikumpulkan, dalam kurun waktu tertentu ia bisa menjadi sebuah buku yang mengagumkan… Kelak mungkin kita akan berpikir dan bertanya dalam hati, “kok saya bisa menuls buku juga ya…?”

Dan sejauh yang saya lakukan, mood memang penting… Tetapi bahkan saat tidak mood sekalipun, itu menjadi inspirasi untuk menulis… Artinya, orang bisa menulis bukan saja saat ia mood, tetapi saat tidak mood pun, ia bisa tetap menuliskan banyak kata dan kalimat… Misalnya, tuliskan seperti ini,

“Hari ini saya sedang tidak mood.. Pikiran terasa buntu.. Gagasan seperti hilang.. iIde kering… hati gersang… jiwa murung… mau berbicara, malas. Mau berbuat sesuatu, tidak semangat… Apa yang bisa saya lakukan…? Masa saya harus diam saja…? Sia-sia waktu saya, rugi hidup saya…. “

Dan seterusnya…

Jika diteruskan, kelak itu akan menjadi panjang… Tulisan berisi curhat, tapi itu bermanfaat … dan akan terus menaikkan kepiawaian kita menulis….

Dan menulis, kata Fatima Mernissi, membuat seseorang awet muda…!

Selamat ya Bu…!

Klik juga Peluang Menjadi Event Organizer Arab Mudah

Bandung, 15 Desember 2010

Ashoff Murtadha

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.