# 24 : Mau Sampai? Teruslah Berjalan di atas Jalan yang Tepat

Sungguh, di tengah kita ini banyak sekali keanehan. Menginginkan sesuatu, tetapi kita meniti jalan yang membuat kita menjauh dari tujuan. Semakin jauh… Mendambakan sesuatu, tetapi kita memilih jalan yang takkan menyampaikan kita pada harapan –dan kita dengan sadar menjalaninya

Banyak orang yang ingin cerdas. Tetapi mereka memilih berada di tempat yang membuat mereka bodoh. Sekalipun mereka tahu bahwa tempat itu takkan membuat mereka cerdas, tetap saja mereka memilihnya berada di situ. Kendatipun mereka tahu bahwa tempat itu hanya akan membekali mereka dengan “selembar kertas”, tetapi mereka tetap memilihnya sebagai tempat menempa kecerdasan –dan bukan sebagai tempat mendapatkan selembar surat keterangan. Ketika ada pilihan, tempat atau institusi lain yang lebih berkemungkinan untuk mencerdaskan mereka, mereka tidak mau, sambil mencari sejumlah alasan terhormat untuk menolaknya.

Sebaliknya, ada orang yang menginginkan mendapat formalitas secepatnya. Tetapi ia justru memilih berada di tempat yang membuatnya akan menerima pengakuan formal itu sangat lama. Bahkan terlalu untuk memenuhi kebutuhannya yang sangat mendesak…

Ada orang yang menginginkan meraih sesuatu dengan cepat, tetapi ia memilih berada di tempat yang membuatnya lambat dan terhambat. Dan ada orang yang menginginkan sesuatu dengan matang, tetapi ia melibati tempat yang memberinya sesuatu yang masih mentah…

Banyak orang yang ingin kaya. Tetapi mereka memilih pekerjaan dan tempat yang –mereka sendiri sudah tahu– hanya membuat mereka tetap miskin. Ketika ada pekerjaan, usaha atau tempat lain yang akan mengubah hidup mereka, membukakan dunia baru yang lebih luas terbentang menantang dan menyibakkan berbagai kemungkinan peluang yang baik, mereka tidak mau. Mereka tetap setia dengan pilihan awal, sambil tetap bermimpi dapat kaya dan sejahtera.

Banyak orang yang ingin maju, tapi mereka memilih lingkungan santai dan malas. Banyak yang ingin bahagia, tapi mereka memilih jalan sengsara. Banyak yang ingin baik dan saleh, tapi mereka tetap berada di lingkungan buruk yang membuat mereka justru kian terpuruk dalam berbagai maksiat dan kelalaian.

Itulah keinginan “bohong-bohongan”. Memang seringkali pengetahuan seseorang tidak memberinya manfaat dalam menentukan pilihan dan keputusan. Pengetahuan tidak jarang hanya membuat sebagian orang untuk pintar (banyak tahu), tetapi tidak membuat mereka untuk cerdas mengambil tindakan.

Jika seseorang menginginkan sesuatu, maka ia harus meniti jalan yang benar dan tepat, lingkungan yang mendukung dan mengarahkan. Sebab, hanya itu yang dapat mengantarkannya pada tujuan….

Barangsiapa berjalan di atas jalan yang benar dan tepat, ia pasti akan sampai… Man saara `ala al-darbi washala....

Jika kita sudah meniti jalan yang benar dan tepat, dan terus berjalan di atasnya, maka jangan terlalu cemaskan kapan kita sampai. Sebab suatu saat kita akan sampai juga. Namun, cemaskanlah perjalanan kita bila jalan yang kita titi salah dan menyimpang. Karena, sepanjang dan selama apa pun kita menempuhnya, kita takkan pernah sampai-sampai.

Sekarang bagaimana seseorang bisa sampai di tujuannya? Ada tiga tipologi orang yang menggambarkan siapa diri kita semua. Baca di sini.

Jumat 23 Juli 2010

Ashoff Murtadha

News Reporter
Penulis

2 thoughts on “# 24 : Mau Sampai? Teruslah Berjalan di atas Jalan yang Tepat

  1. Insya Allah… A Vaza bersabar ya… Abi Umi dan Vava juga kangen… Ada saatnya untuk bertemu lagi… Jangan lupa terus berdoa, bersabar, dan belajar yang baik… A Vaza anak yang kuat dan hebat…! Bismillah… Salam dari abi-umi dan vava…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.