Orator Jabar Itu Telah Lahir

gonusa.com //– Banyak keunggulan yang bisa diceritakan dari sosok Dedi Mulyadi. Salah satunya, yang juga sangat menonjol, adalah kemampuannya dalam berorasi di depan publik. Baik dalam bahasa Indonesia, maupun bahasa ibunya, Sunda.

Dulu, saat nyantri di sebuah pesantren di Jawa Timur, tiga kali dalam sepekan kami berlatih berpidato, dalam tiga bahasa. Dan kami para santri kerap mencoba mempraktikkan gaya pidato para orator kelas dunia, terutama Proklamator Soekarno. Ada yang bisa, tapi kebanyakan tidak.

Jika ada santri yang bisa berpidato berapi-api gaya Soekarno, para santri bertepuk tangan menyemangati. Muhadharah adalah kesempatan kami para santri mengasah skill dalam berorasi. Dan gaya Soekarno adalah favourite model-nya.

Tentang keahlian Soekarno dalam membakar semangat massa, semua orang sudah tahu. Karena Sang Proklamator ini memang seorang orator ulung yang luar biasa, dan menginspirasi. Kelak, keahlian orasi Bung Karno dijadikan model oleh banyak orang kemudian. Terutama sosok-sosok yang memimpin massa besar.

Namun tentu saja tidak mudah menjadi seorang orator. Orator yang mampu menyampaikan gagasan dengan lancar, mengeluarkan kata-kata magis dan hipnotis, memilih diksi-diksi bermakna yang mudah sampai ke pikiran para pendengar, mengaduk-aduk perasaan dan emosi massa, mencerahkan kesadaran, membakar semangat dan menggerakkan.

Tidak mudah menjadi orator dengan kualifikasi seperti di atas, tentu saja. Karenanya masih jarang orator pada zaman ini di negeri ini. Terutama dari kalangan pemimpin. Dan dari yang jarang itu, kini publik nasional menemukan seorang orator baru dari negeri Pasundan, Jawa Barat, yang saat ini menjadi bupati Purwakarta dua periode, dan ketua DPD Golkar Jabar. Haji Dedi Mulyadi.

Kita bisa menyaksikan banyak videonya saat ia berorasi atau berpidato. Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda, Kang Dedi mampu berorasi dengan sama bagusnya, sama memukaunya.

Tentu harus dibedakan kapan ia memberi sambutan, ngadalang, ngabodor (melawak) dan berorasi. Karena tidak semua pembicaraan Kang Dedi berupa pidato dan orasi. Bahkan tidak semua pidatonya bergaya orator. Banyak yang berupa sambutan dengan nada dan gaya datar yang diselingi canda. Banyak juga yang bergaya lawak dan dalang. Tetapi banyak pula yang bergaya orator.

Di antara contoh pidatonya yang bergaya orator itu misalnya saat ia berpidato ketika dilantik sebagai ketua DPD Golkar Jabar. Ini recommended untuk disimak di Youtube. Juga saat ia berpidato di Soekarno Center Bali, saat menerima penghargaan. Kemudian saat ia menyampaikan pidato satu jam setengah tanpa henti pada acara Pidato Kebudayaan Awal Januari 2018 ini, sebelum deklarasi pencalonan sebagai cawagub Jabar.

Dan terakhir, yang masih sangat hangat, adalah orasinya ketika berbicara dalam acara Deklarasi Pencalonan Cagub-Cawagub Jabar, 9 Januari 2018 kemarin, di Gedung Sabuga Bandung. Pada orasinya kali ini, para pendengar bukan saja tersentuh sampai menitikkan air mata, bukan saja terhibur tertawa, bukan saja tercerahkan karena ia menawarkan pandangan dan visi. Tetapi juga mereka terbakar dan tergerak.

Dan semua orasi tadi tentu saja tanpa teks.

Dedi Mulyadi pintar memilih diksi orasi, baik yang menyentuh hati, menggugah perasaan, mengundang tawa, maupun membakar semangat. Sekalioun perawakannya sedang (malah lebih tepat disebut kecil), namun suaranya menggelegar, intonasinya menggetarkan.

Jika Anda belum pernah mendengarkannya, silakan nikmati videonya di Youtube, terutama dalam acara-acara yang tadi saya sebutkan di atas. Bagi mereka yang menggandrungi atau belajar dunia public speaking, orasi Kang Dedi bisa recommended pisan.

Sebagai warga Jawa Barat, kita bangga ada sosok pemimpin asal Jabar yang memiliki kemampuan yang masih langka ini. Kelangkaannya, bukan hanya di Jabar, tetapi juga di Indonesia. Dan Jabar kini telah menampilkan salah satu kader terbaiknya menjadi salah satu model orator hebat secara nasional.

Ke depan, publik akan sering menyaksikan sosok Kang Dedi tampil berorasi dalam medan dan jangkauan publik yang lebih luas. Karena ia ikut berkontestasi dalam Pilgub Jabar 2018, dan segera memimpin Jabar. Insyallah…

Orator Jabar itu kini telah lahir….!

Sampurasun…

Bandung, 15 Januari 2018

Bagea

Mahya Lengka

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

close