Nabi Saw Berasal dari Sulbi Terbaik

Allah Swt telah memilih sebaik-baik sulbi dan sebaik-baik rahim, untuk Kekasih-Nya, Muhammad al-Mushthafa… Abdullah bin Abdul Muthathalib dan Aminah binti Wahb, adalah sulbi dan rahim terbaik untuk kelahiran Nabi Paling Agung..

Abdullah dan Aminah adalah dua orang hanif yang berasal silsilah yang hanif juga, millah Ibrahimiyah.. Keduanya terjaga dari perilaku jahili yang dominan menguasai kaum pada masanya…

DIA juga telah memilih sebaik-baik silsilah untuk Habib-Nya ini. Kakeknya, Abdul Muththalib adalah lelaki tua yang terpuji, yang paling alim tentang kitab-kitab suci yang diturunkan, yang mengetahui bahwa salah satu cucunya akan menjadi nabi Allah akhir zaman.. Ia digelari sebagai Syaibah al-Hamdi.

Hasyim (ayah Abdul Muthathalib) adalah kepala kaum yang sangat berpengaruh dan menjadi kebanggaan. Anak-anak keturunannya bangga menyebut dirinya sebagai Hasyimi, artinya berasal dari keturunan Hasyim. Ia digelari dengan nama Amru.

Ayah Hasyim adalah Abdu Manaf bin Qushay (selain putera Qushay, ada juga Abdu Manaf bin Zuhrah, yakni kakek dari Bunda Nabi, Aminah bin Wahb. Abdu Manaf bin Qushay ditetapkan menjadi kepala kaum oleh ayahnya karena kualitas dirinya yang mengungguli orang-orang lain pada zamannya.

Abdu Manaf mempunyai beberapa saudara, di antaranya adalah Abdul Uzza, leluhur dari isteri tercinta Nabi, Khadijah al-Kubra. Saudara yang lainnya adalah Abdu Syams, yang memiliki anak bernama Umayyah.

Ketika tampuk kepemimpinan kaum berada di tangan Abdu Manaf dan lalu ke jatuh puteranya, Hasyim, Umayyah bin Abdu Syams tidak menyukai dan merongrong. Kelak, keturunan Abdu Syams selalu memusuhi keturunan Abdu Manaf-Hasyim-Abdul Muththalib. Umayyah memiliki anak bernama Harb, yang memiliki anak bernama Abu Sufyan.

Tarikh mencatat bahwa sepanjang hidupnya Abu Sufyan memusuhi bahkan memerangi Nabi Saw dalam banyak peperangan yang menentukan. Abu Sufyan adalah pemimpin peperangan melawan Nabi Saw. Tercatat seperti Perang Badar, Perang Uhud, Perang Ahzab dan sejumlah perang lainnya. Abu Sufyan baru berhenti memerangi Nabi Saw setelah penaklukan Mekkah. Dia menyerah dengan semua orang-orang dan keluarga besarnya…

Juga anak keturunannya dan keturunan keluarganya juga memusuhi, memerangi dan membunuh anak keturunan Nabi Saw. Abu Sufyan memerangi Nabi Saw; Muawiyah (bin Abu Sufyan) memerangi Ali bin Abi Thalib (cucu dari Abdul Muththalib)n dan Hasan putra Ali; Yazid (bin Muawiyah) memerangi Husein bin Ali (keturunan Abdul Muththalib)…

Umayyah adalah sosok kebanggaan dari klan Abdu Syams. Kelak ketika keturunannya merebut kekuasaan dari Bani Hasyim, dinastinya disebut dengan dinasti Umawiyah –diambil dari nama Umayyah.. Sedangkan keturunannya disebut dengan Umawi…

Jadi, keturunan Abdu Syams memusuhi keturunan Abdu Manaf. Berbeda dengan saudara lainnya, yakni Abdul Uzza bin Qushay. Kelak dari sulbi Abdul Uzza ini lahir Khadijah yang kelak menjadi isteri terbaik dan tercinta Rasulullah.

Ayah dari Abdu Manaf, Abdu Syams, dan Abdul Uzza adalah Qushay, kepala kaum yang sangat dihormati dan dibanggakan. Qushay dijuluki dengan nama Mujammi` (pengumpul), karena pada masanya ia adalah pemimpin yang berhasil mengumpulkan kembali keturunan Ismail yang tercerai berai. Mereka dikumpulkan kembali oleh Qushay di jazirah Mekah dan sekitarnya, Hijaz…

Figur Qushay adalah kebanggaan bangsa Arab dan keturunannya. Bahkan sisa kebanggaan itu masih dirasakan oleh sebagian orang pada zaman ini. Sebagai misal, seingat saya, Saddam Husein (Presiden Irak dari Partai Ba`ats) juga menamai salah satu anaknya dengan nama Qushay (selain ada juga yang bernama Uday)..***

Bandung 4 Januari 2014

AM

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

close