13# Dedi Mulyadi, Sebuah Narasi di Negeri Ini

dedi santai iket

Hanya sedikit saja sosok pemimpin yang dirinya menjadi narasi bagi orang banyak. Dan jumlah mereka lebih sedikit lagi pada zaman ini. Orang yang dirinya menjadi narasi adalah orang yang kehidupannya, pikirannya, langkah dan tindakannya selalu menarik untuk dipelajari, dikaji, bahkan menginspirasi.

Orang yang menjadi narasi bukan semata-mata sebuah teks yang dipelajari dan dibahas orang-orang. Tetapi ia juga mewariskan gagasan, inspirasi, dan tradisi. Orang yang sekadar menjadi teks (nash) jumlahnya cukup banyak. Mereka bisa sering muncul ke publik, dikomentari dan dibahas oleh orang banyak. Tetapi, orang yang menjadi teks belum tentu menjadi narasi. Sebab, sosok yang menjadi narasi hanya sedikit saja.

Dari jumlah yang sedikit itu, pada masa ini, salah satu pemimpin yang menjadi narasi (pemimpin naratif) adalah Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta dua periode, yang naungan kepemimpinannya lintas daerah, dan inspirasinya menembus batas wilayah. Kang Dedi, begitu panggilan singkatnya, adalah pemimpin naratif, yang darinya publik bisa menggali banyak hal.

Karenanya tidak mengherankan, sekalipun ia “hanya” seorang bupati di kabupaten terkecil dan semula tidak dikenal di Jawa Barat, namun kini namanya sangat dikenal se-Indonesia bahkan mancanegara; ciri khas dan gayanya sangat familiar di mata masyarakat kebanyakan, dari berbagai kalangan.

Saya baru mengenal sosok ini secara lebih mendalam pada sepertiga akhir tahun 2015. Perkenalan awal yang membuat saya penasaran, dan akhirnya tertarik mengikuti perkembangan pemikiran, narasi, langkah, program dan kebijakannya saat memimpin Purwakarta hingga sekarang. Dari ketertarikan tersebut akhirnya saya menemukan banyak hal yang bisa dijelaskan dari sosok Ki Sunda ini.

Ada banyak tema yang bisa diulas dari sosok Dedi Mulyadi, dan bisa menghasilkan banyak tulisan yang bisa dibagikan. Dari perjalanan hidupnya saja bisa kita tuliskan banyak hal.

Misalnya tentang keperihan hidup masa kecilnya, yang pernah menjadi tukang ngarit (nyabit rumput) untuk kambing, pencari belut, penjual gorengan, layangan dan es, yang makanan kebiasaannya adalah nasi dicampur garam. Hingga kemudian akhirnya ia menjadi Bupati Purwakarta yang menginspirasi banyak orang.

Apalagi saat ia menjadi pemimpin Purwakarta, ada sejumlah narasi besar dan banyak tema yang bisa diangkat mengenainya, dan sangat menginspirasi berbagai kalangan. Dan, menariknya, narasi-narasi yang Kang Dedi usung kebanyakan adalah “melawan arus”, tidak mainstream.

Namun, sebenarnya narasi-narasi yang ia perjuangkan itulah yang justru sangat diperlukan oleh masyarakat yang ia pimpin, bahkan oleh bangsa Indonesia secara keseluruhan saat ini.

Selagi mendapat kesempatan memimpin, maka narasi Kang Dedi akan terus mewarnai dan mengubah masyarakat yang ia pimpin, dan menjadi inspirasi bagi banyak pemimpin lain dan masyarakat umum.

Itulah Dedi Mulyadi, sebuah narasi bagi bangsa ini.
Gagasan yang akan terus menginspirasi…

Bandung, 21 Agustus 2017

Mahya Lengka

Leave a Reply

close