10# Dedi Mulyadi, Siliwangi Jaman Kiwari (1)

dedi mulyadi sila

Masyarakat kini makin mengenali sosok Dedi Mulyadi. Mereka mengenalinya bukan semata-mata sebagai Bupati Purwakarta saat ini. Tetapi lebih dari itu, sebagai Ki Sunda. Jika orang-orang menyebut nama Ki Sunda, mereka memaksudkannya ke sosok unik ini, Kang Dedi.

Makin ke sini, orang-orang makin mengakui dan merasakan kehadiran Kang Dedi sebagai Ki Sunda. Semua kiprah, kebijakan, langkah, perilaku, filosofi, dan spirit visionernya selama ini tak pelak lagi, menguatkan pengakuan masyarakat. Mereka mengakui dan mengiyakan Ki Sunda hadir dan termanifestasi dalam sosok Kang Dedi.

Tentang hal ini saya sudah menulisnya dalam tulisan tersendiri sebelum ini, yang berjudul “Ki Sunda Itu Kini Bernama Dedi Mulyadi.” Bagi yang belum membacanya, silakan membukanya di gonusa.com ini, dengan judul yang sama. (Ki Sunda Itu Kini Bernama Dedi Mulyadi).

Bahkan, bukan sekadar Ki Sunda. Kang Dedi juga mempersonifikasi sosok Siliwangi, yang merupakan sosok Ki Sunda pada masanya. Kalau Ki Sunda merepresentasikan sosok sosiologis dan kultural yang mewakili sebuah kearifan masyarakat besar, maka Siliwangi adalah sosok pemimpin yang pernah memimpin masyarakat Sunda di wilayah Jawa bagian barat.

dedi mulyadi sila

Kalau sosok Ki Sunda merupakan repersentasi kultural, maka sosok Siliwangi adalah reperesentasi struktural. Ki Sunda adalah kebudayaan. Siliwangi adalah kepemimpinan. Dan kedua sosok ini sekarang hadir dalam sosok Dedi Mulyadi. Kang Dedi adalah Ki Sunda, ia juga Siliwangi, Siliwangi jaman kiwari. Sebab, Dedi Mulyadi memang Ki Sunda yang sekarang memimpin sebuah negeri di Jawa Barat.

Ada banyak hal yang bisa dibahas mengenai personifikasi Siliwangi pada diri Kang Dedi. Kita cukup menyebut tiga saja.

Pertama, tentu saja karena penguasaan Kang Dedi terhadap budaya dan kearifan Sunda. Saat ini kalau masyarakat ingin belajar dan mengerti Sunda, mereka tidak bisa tidak mereka harus belajar atau mempelajarinya. Mereka bisa melihat, memperhatikan dan mempelajari sosok Dedi Mulyadi itu sendiri. Karena, sebagaimana dulu Ki Sunda terrepresentasi pada sosok Siliwangi, sekarang representasi itu ada pada sosok Dedi Mulyadi.

Setiap Ki Sunda pada masa yang berbeda, harus menguasai budaya dan kearifan Sunda. Bukan hanya menguasainya, bahkan menjaga dan melestarikannya. Dulu kesundaan dijaga dan dilestarikan oleh Raja Sunda di Galuh, yakni Prabu Linggabuana dan Prabu Niskala Wastukencana.

Kemudian dilanjutkan oleh Raja Sunda di Pajajaran, yakni Prabu Siliwangi dan kelak oleh puteranya, Prabu Kian Santang. Kini kesundaan kembali dijaga dan dihidupkan kembali oleh pemimpin Sunda saat ini, yakni Dedi Mulyadi. Di negerinya, Purwakarta, budaya Sunda terasa hidup kembali, serta menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah-daerah lainnya, bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga daerah-daerah lainnya.

Penguasaan Kang Dedi terhadap budaya, bahasa, kearifan dan nilai-nilai Sunda sudah tidak diragukan lagi. Sejumlah tokoh di Jawa Barat juga sudah banyak yang menyatakan pengakuannya di berbagai kesempatan berbeda. Dedi Mulyadi diakui sebagai Ki Sunda, dan pelestari Sunda saat ini….

Itulah sebabnya ia juga personifikasi Siliwangi… Siliwangi jaman kiwari…

Bandung, 18 Agustus 2017

Leave a Reply

close