6# Kang Dedi, Pemimpin yang Mengubah

dedi di depan orang-orang pangsi

Sepuluh tahunan yang lalu, Purwakarta itu bukan apa-apa, tidak dikenal orang. Jika seseorang melewati tol Purwakarta, tidak ada daya tarik untuk mampir apalagi menikmatinya. Tetapi setelah Kang Dedi memimpin selama dua periode, banyak hal menakjubkan terjadi di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini. Purwakarta berbenah, fisiknya benar-benar berubah, indah dan berkelas. Infrastruktur dibangun, taman-taman dibuat, jalanan dibuka dan diperbaiki, museum didirikan, taman air mancur berkelas dunia diciptakan, dan lain sebagainya.

Purwakarta yang semua hanya sebagai kota para pensiunan, kini berubah menjadi kota tujuan wisata. Taman Air Mancur Sri Baduga saja, dalam sepekan, dikunjungi oleh 50 ribuan wisatawan, padahal hanya dibuka sekali dalam sepekan, yakni pada malam minggu. Belum lagi destinasi-destinasi wisata lainnya.

Tetapi bukan hanya pembangunan fisik yang membuat Kang Dedi menarik dan luar biasa. Sekalipun ia juga menata fisik Purwakarta, tetapi yang tidak kalah penting adalah, ia juga dominan menata mindset, kesadaran dan perilaku warganya. Mengubah dan menata mindset, kesadaran, dan perilaku inilah yang saya lihat sangat penting, bahkan lebih utama.

Dan sisi inilah yang menonjol dari sosok Kang Dedi: sesuatu yang tidak dilakukan oleh kebanyakan kepala daerah. Kebanyakan kepala daerah yang bagus, baru sampai pada menata fisik kota, dan belum menyentuh perubahan mindset, kesadaran, dan perilaku manusia.

Selain itu, Kang Dedi berhasil “merebut” ikon Sunda dari daerah-daerah Sunda di Jawa Barat lainnnya. Di tangannya, Purwakarta menjadi kabupaten Sunda. Sehingga kalau orang berbicara Sunda, ia perlu melirik Purwakarta. Dengan penampilannya yang sering menggunakan pangsi putih dan iket kepala putih, yang diikuti oleh bawahannya, dalam berbagai acara resmi, seolah ia ingin meneguhkan ini. Purwakarta adalah Sunda. Dan Sunda (ada di) Purwakarta.

dedi di depan orang-orang pangsi

Dengan prestasi yang dicapainya, ia menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang diundang oleh PBB dan berbicara di atas podium PBB di New York AS. Yang menarik, ia tampil dengan pakaian Sunda, lengkap dengan pangsi dan iketnya. Saat berpidato, ia pula anak Sunda pertama yang memperkenalkan salam Sampurasun di forum internasional, di atas podium PBB di New York itu.

Dulu, negeri Sunda ada di daerah Galuh (Ciamis) dengan rajanya yang terkenal, Prabu Niskala Wastukencana. Kemudian negeri Sunda berpindah ke Pakuan Bogor, dengan rajanya yang legendaris, Sri Baduga Prabu Siliwangi.

Dan sekarang, pada zaman ini, sepertinya negeri Sunda itu telah berpindah ke Purwakarta. Meskipun aset-aset Sunda (budaya dan heritage) tersebar di banyak daerah di Jawa Barat, tetapi sekarang kalau berbicara tentang Sunda, Purwakarta tidak lagi dilewatkan. Apalagi Kang Dedi beberapa kali menyelenggarakan festival Sunda dengan mengundang berbagai kalangan budaya dari mancanegara. Ia bukan saja mengenalkan Sunda di forum PBB di New York, tetapi juga mengundang masyarakat mancanegara mengenal Sunda di Purwakarta.

Kang Dedi adalah pemimpin yang sangat visioner dan memiliki inisiatif kuat. Ia bukan tipe pemimpin yang linear. Ia telah melewati dua fase kepemimpinan, yakni pemimpin administratif dan pemimpin membangun. Ia telah berada di di tipe ketiga, yakni pemimpin yang mengubah. Sekalipun yang kontra tidak sedikit, tetapi sebagai pemimpin yang mengubah, ia memang harus focus pada apa yang diyakininya benar. Adapun komentar negatif orang-orang, abaikan saja. Karena pemimpin bukan untuk mengikuti orang-orang, melainkan mengarahkan mereka pada tujuan yang diyakini dibenar.

Dan sekarang publik melihat bagaimana hasil kerja dan prestasinya yang luar biasa.  Itulah Kang Dedi…!

Sabtu, 17 Oktober 2015

Leave a Reply

close