3# Popularitas Dedi Mulyadi di Facebook

dedi manggul beras bareng petani

Secara pribadi, saya termasuk telat mengenal sosok ini, kalah ketimbang mengenal sosok-sosok lain yang banyak beredar di negeri kita belakangan. Kurang lebih pada tahun  2005 atau 2006, sebenarnya saya sempat membaca namanya disebut-sebut secara positif di sebuah media cetak oleh Rieke Dyah Pitaloka, anggota DPR dari PDIP.

Saat itu Kang Dedi masih menjadi wakil bupati Purwakarta. Secara garis besar, dari Rieke saya mendapat penggambaran bahwa Kang Dedi dari Purwakarta ini adalah sosok muda yang visioner yang sangat mencintai pedesaan. Catat, pedesaan…! Gemah ripah loh jinawi adalah ungkapan yang mewakili visinya. Kalau tidak salah, ketika itu Rieke membuat puisi yang mengisahkan tentang indahnya pedesaan, dan puisi itu terinpirasi setelah ia berbincang dengan Kang Dedi.

Waktu itu, hanya itu yang saya tahu tentang Dedi Mulyadi. Dan tidak ada lagi informasi mengenainya yang saya baca atau dengar. Namanya seolah tenggelam di dasar bumi, hingga saya tidak sempat mendengar namanya disebut-sebut orang. Apalagi rentang waktu setelah itu masyarakat kita lebih banyak disodori informasi dan kemunculan berbagai tokoh nasional baik lama maupun baru.

dedi manggul beras bareng petani

Nama Dedi Mulyadi benar-benar tersembunyi dari publisitas. Meskipun sebenarnya ia sering muncul pula di televisi, semisal dalam acara rutin mingguan Damai Indonesiaku di sebuah stasiun TV (bersama mubaligh KH Jujun Junaedi), tetapi kemunculannya terasa biasa saja. Setidaknya, bagi saya pribadi, Kang Dedi tidak begitu dikenal dan tidak familiar.

Sejak saat itu, sepuluh tahun kemudian, sekitar tahun 2015, masyarakat Indonesia makin mengenal sosok baru dan sering diberitakan media, khususnya untuk scope Jawa Barat. Sosok ini berasal dari Bandung, dan menjadi walikota Bandung, yakni Ridwan Kamil.

Bisa dikatakan, tahun 2015 adalah tahun bersinarnya Ridwan, karena saat itu ia sebagai walikota Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika di Bandung. KAA menjadi panggung strategis yang membuat namanya makin terkenal bagai selebritis. Slogan Bandung Juara makin familiar, dan pemberitaan mengenainya banyak menghiasi berbagai media, terutama media online. Saat itu Ridwan Kamil menjadi media darling.

Sekalipun RK menjadi walikota Bandung sejak 2013, namun popularitasnya melejit tinggi sejak 2015, karena ada momentum KAA tersebut. Sejak itu ia sangat populer, termasuk di mata saya. Maka, saat nama Ridwan meroket waktu itu, Dedi Mulyadi seolah belum menarik orang banyak. Hingga akhirnya saya membaca berita tentang sejumlah festival budaya yang Dedi adakan di Purwakarta, baik tingkat nasional, Asean, Asia Pasifik hingga tingkat Dunia.

Sesudah itu berturut-turut terdengar berita bahwa Dedi Mulyadi adalah satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang berbicara di atas podium PBB di New York, sebagai pemimpin muda (the inspiring young leader) inspiratif, yang menggemakan salam Sunda sampurasun ke pentas dunia. Kemudian disusul oleh langkahnya yang membuka Sate Maranggi di Amerika Serikat, dengan nama OMG, Original Maranggi Grill.

Lalu dari TV kita menyaksikan acara langsung peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga, yang spektakuler hingga disebut-sebut sebagai Taman Air Mancur terbesar setidaknya se-Asean. Juga terbaca berita tentang pembelian 100 mata air di Purwakarta oleh pemkab, kebijakan Malam Purnama, ATM Beras, penggalangan beras perelek, seminar iket dan budaya Sunda di Filipina yang mengundangnya, Dana Investasi Desa (Desa Mandiri), dan berbagai gebrakan dan program lainnya yang mencuri perhatian dan sangat mencengangkan.

Maka sejak saat itu, nama Dedi Mulyadi terus berkibar dan melesat. Kecepatan grafiknya berlipat-lipat, dan akhirnya menyalip popularitas banyak tokoh, termasuk tokoh nasional sekalipun. Saya masih selalu ingat, sejak namanya mencuri perhatian di akhir 2015, pada bulan November 2015 fanspagenya di Facebook baru disukai oleh 60 ribuan liker. Pada waktu yang sama, Ridwan Kamil sudah disukai oleh 1,2 jutaan liker. Rupanya Kang Dedi termasuk yang telat menggunakan media Facebook. Karenanya sangat jauh perbedaan antara dirinya dengan Ridwan.

Namun, seiring dengan kontroversi dan capaian kerjanya yang berkelas dunia, penyukanya di Facebook terus bergelombang besar. Dalam sehari ada penambahan puluhan ribu liker. Sekitar empatbelas bulan kemudian, Senin 2 Januari 2017, liker page Kang Emil tercatat 2.659.018 orang. Lalu berapa liker Kang Dedi pada tanggal yang sama? Sudah sebanyak 5.300.000 an. Lebih dua kali lipat dari Kang Emil.

Enam bulan kemudian, yakni  Juli 2017, jumlah liker fanspage Facebook atas nama Kang Dedi Mulyadi makin melesat, jauh meninggalkan semua public figure nasional.  Pada tanggal  11 Juli 2017, liker atas nama Ridwan Kamil berjumlah 3.005.275. Berapa liker Kang Dedi yang akhir 2015 masih jauh di bawah Kang Emil? Jumlah liker Kang Dedi adalah 9.054.482. Luar biasa, tiga kali lipat di atas RK, jauh meninggalkannya dan rupanya akan sulit dan mustahil dikejar.

Saya juga coba membandingkan dengan beberapa figur populer nasional lain yang lebih dahulu dikenal oleh publik netizen. Saya coba melihat fanspage resmi mereka pada hari yang sama. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) sebesar 209.102 liker. Anies Baswedan  (Gubernur Terpilih DKI 2017-2022) sebesar 918.162. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok, mantan Gubernur DKI sesudah Jokowi) sebanyak 2.396.456. Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang cukup aktif di medsos pada beberapa tahun belakangan, sebanyak 5.941.000. SBY sangat banyak.

Namun SBY kalah oleh Agym (Abdullah Gymnastiar) yang disukai oleh 6.194.239. Lebih kalah lagi oleh Presiden Joko Widodo yang belum begitu lama aktif di Facebook, yakni sebesar 7.322.504. Dari sini terlihat, di Facebook, semua figur nasional tadi sudah dikalahkan oleh Kang Dedi Mulyadi yang terlambat menggunakan FB, yakni sekitar 2 tahun lalu.

Per 11 Juli 2018, hanya satu tokoh nasional yang belum dikejar oleh Kang Dedi di Facebook. Coba tebak siapa? Prabowo Subianto. Capres yang dikalahkan oleh Jokowi 2014 lalu itu, yang sudah lama aktif dan banyak berinteraksi di medsos sejak lama ini, disukai oleh 9.553.893. Kang Dedi kalah suara sekitar 500 ribuan liker.

Namun, melihat grafik popularitasnya di FB yang disukai belasan hingga puluhan ribu per hari, ditambah sosok pesona Prabowo yang nampaknya sudah stagnan dan mulai pudar, nampaknya tidak lama lagi Prabowo akan segera disalip oleh Kang Dedi. Sebab, selain karena Kang Dedi merupakan sosok fresh yang memberikan harapan, juga karena kiprah dan gebrakannya yang terlihat dan terasa, juga di luar kebiasaan banyak pemimpin saat ini. Saya menduga, tidak lama lagi juga jumlah penyuka Kang Dedi akan segera meninggalkan Prabowo, dan terus menjauh.

Jika popularitas di media Facebook menjadi ukuran, maka terlihat jelas bahwa netizen kini menyaksikan ada sosok pemimpin baru yang masih segar, inspiratif dengan gebrakan yang mengagumkan, dan makin menarik perhatian banyak orang, khususnya para netizen.

Biar tidak ketinggalan, sekaligus mengamati perkembangan, para netizen bisa mengikutinya secara langsung di fanspage Facebook atas nama Kang Dedi Mulyadi. Apalagi belakangan ini Kang Dedi sering melakukan Siaran Langsung di Facebook, dalam berbagai kegiatan dan interaksinya dengan warga, yang unik dan menarik.

Nampaknya Kang Dedi akan kian aktif di Facebook, dan sering menyiarkan siaran langsung berbagai kegiatannya. Secara pribadi, saya sendiri sering melihat siaran langsungnya. Dalam kegiatannya di Facebook itu, selain menghibur, dan menginspirasi, Kang Dedi juga banyak mengedukasi. Setidaknya itu yang saya rasakan.*

Bandung, 26 Juli 2017

Ashoff Murtadha
(Mahya Lengka)

Leave a Reply

close