1# Dedi Mulyadi, Sosok “Gila” dari Purwakarta

dedi ngacung jempol

Sebutlah nama Jawa Barat. Maka, selain keindahan alam bumi Parahyangan, yang terlintas di pikiran –khususnya saya– adalah sebuah nama dari sosok yang sekarang makin familiar, Dedi Mulyadi. Inilah sosok yang sangat menarik perhatin saya sejak Oktober  2015 hingga saat ini.

Orang yang lebih suka dipanggil Kang Dedi ini “hanyalah” seorang Bupati Purwakarta, yang sekarang menjabat pada tahun terakhir dari periode kedua kepemimpinannya. Ia memang hanya seorang Bupati dari sebuah kabupaten kecil di Jawa Barat, yang belasan tahun silam tidak dikenal orang Indonesia.

dedi pakai cetok

Dulu, orang-orang lebih mengenal nama Purwokerto di Jawa Tengah, ketimbang Purwakarta di Jawa Barat ini. Purwakarta dulu juga hanya disebut orang sebagai kota para pensiunan, yakni tempat para penisiunan bertempat tinggal. Ini untuk menggambarkan betapa Purwakarta hanya kota kecil, tidak menarik, dan sepertinya hanya menjadi tempat tinggal bagi orang-orang yang sudah memasuki masa “post power syndrom”, orang-orang yang tidak lagi memiliki peran-peran dan tugas-tugas penting kemanusiaan, termasuk dalam karir dan jabatan di pemerintahan atau kepegawaian.

Saat itu, satu-satunya yang membuat Purwakarta populer dan disebut dalam buku pelajaran di sekolah adalah karena di situ ada sebuah bendungan terbesar di Indonesia, yakni Waduk Jati Luhur.

Namun, lain dulu lain sekarang. Sejak sekitar sepuluh tahun terakhir ini, justru Purwakarta banyak disebut-sebut orang. Namanya kian akrab di lidah dan telinga publik. Tangan—tangan juga banyak yang sering menuliskan namanya di media-media sosial dan online. Purwakarta saat ini sangat populer dan dikenal luas. Bukan hanya di wilayah Jawaw Barat. Bukan hanya se –Indonesia, tetapi juga dunia. Dunia sudah kerap menyebut dan menuliskan namanya.

Banyak orang –dari dalam negeri maupun mancanegara–berkunjung ke Purwakarta, karena daya tariknya yang luar biasa. Kini, Purwakarta bukan lagi sebagai kota para pensiunan. Tetapi ia sudah bertransformasi menjadi menjadi sebuah kota tujuan wisata.  Kebesaran dan popularitas Purwakarta sudah jauh meninggalkan keluasan wilayah dan jumlah demografinya.

Tentu saja ini tidak terjadi dengan sendirinya. Capaian yang luar biasa ini diraih karena sentuhan-magis dari seorang sosok pemimpin inspiratif yang visioner, yang saat ini masih menjadi Bupati di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini. Yakni, Kang Dedi Mulyadi. Dan popularitas Purwakarta terjadi karena mengikuti popularitas Kang Dedi sendiri.

Lebih dari itu, bahkan popularitas Kang Dedi sudah jauh melampaui popularitas Purwakarta yang ia lambungkan. Nama Dedi Mulyadi terus melejit, dan makin menarik perhatian. Kiprah dan aktivitasnya sering ditonton masyarakat (terutama kalangan netizen), secara luas. Ia juga terlihat sering berinteraksi sangat dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan, di semua wilayah Jawa Barat, baik bagian timur, selatan, barat maupun utara.

Langkah kakinya sudah menyambangi setiap kabupaten dan kota di Jabar. Dalam bahasa Sundanya ia terus “nyucruk lembur milang desa”, mengunjungi desa-desa dan kota, untuk menyapa, bertemu, menghibur dan membantu banyak warga dari berbagai kalangan. Dalam prinsip yang sering Kang Dedi sampaikan, itu semua ia lakukan untuk “nulung kanu butuh, nalang kanu susah, nganter kanu sieun, nyaangan kanu poekeun.” Menolong orang membutuhkan, membantu orang yang sedang susah, mengantar orang yang ketakutan, menerangi orang yang sedang berada dalam kegelapan.

Publik luas menyaksikan Kang Dedi banyak mengunjungi berbagai daerah dan kalangan. Sangat intensif dan variatif. Begitu sering dan eksploratifnya, hingga dikatakan oleh perwakilan kepala desa di Sukabumi bahwa tak satu pun galengan sawah di Jawa Barat yang belum pernah dilewati Kang Dedi.

Karenanya, nama Kang Dedi Mulyadi sekarang sangat familiar di telinga banyak orang. Bukan hanya se-Purwakarta. Bukan hanya se-Jawa Barat. Tetapi juga se-Indonesia. Wajahnya sering terlihat. Suara, diksi, dan kata-katanya sering terdengar dan menginspirasi mereka. Gaya orasi dan bicaranya telah menjadi ciri khas tersendiri, yang mulai disukai dan diikuti. Capaian prestasinya yang luar biasa dan “kegilaannya” yang mengundang decak kagum saat ia menjadi Bupati Purwakarta banyak dibicarakan.

Publik nasional dewasa ini memiliki idola baru dalam kepemimpinan, yakni Dedi Mulyadi. Dan Kang Dedi kini telah menjadi idola banyak kalangan, yang gerak-geriknya selalu diintip mereka. Idola baru baagi kalangan remaja, para gadis dan emak-emak, juga masyarakat kecil.  Jika kita aktif mengikuti kiprahnya saat siaran langsung di akun fanspage Facebook-nya, kita akan banyak terharu dan terenyuh oleh berbagai kegiatan dan interaksi sosialnya dengan masyarakat.

Singkat cerita, saat ini, Kang Dedi  telah menjadi sosok baru pemimpin yang inspiratif, yang diharapkan banyak kalangan. Ia mulai ditimang-timang sebagai pemimpin masa depan yang sangat diharapkan, baik untuk tingkat Jawa Barat maupun nasional.

Inilah sosok “gila” dari Purwakarta, Kang Haji Dedi Mulyadi. Sosok yang sangat sangat menginspirasi dan mengubah. Seperti apa kegilaannya?

Kita lanjutkan di halaman berikutnya…!*

Bandung, 26 Juli 2017

Ashoff Murtadha
(Mahya Lengka)

Leave a Reply

close