Sya`ban adalah bulan mulia. Nabi Saw. menyebutnya sebagai bulan beliau, “bulanku”, kata beliau. Ada banyak hadits yang menceritakan kemuliaan bulan ini, yang sudah diungkap dalam tulisan sebelumnya. Lebih dari itu, yang membuat bulan ini istimewa, juga karena di dalamnya ada sebuah malam yang diberkahi oleh Allah Swt. Malam itu disebut dengan Laylah Mubarakah. Ada dua malam yang sangat utama sepanjang tahun, yang keduanya disebutkan dalam Al-Quran, yakni Laylatul Qadar yang terjadi pada salah satu malam bulan Ramadhan, dan Laylah Mubarakah, yang terjadi pada satu malam di bulan Sya`ban.

Laylatul Qadar adalah malam paling mulia dan utama, menempati peringkat pertama, sepanjang tahun. Dan peringkat sesudahnya adalah Laylah Mubarakah. Artinya, malam Laylah Mubarakah adalah malam paling utama sepanjang tahun setelah Laylatul Qadar. Jika Laylatul Qadar terjadi pada salah satu malam di bulan Ramadhan (disebutkan mulai sejak malam tanggal 19 Ramadhan hingga seterusnya, khususnya malam-malam ganjil, yakni malam 21, 23, 25, 27, 29), maka Laylah Mubarakah terjadi pada malam yang sudah tetap, yakni pada malam pertengahan di bulan Sya`ban, yang dikenal dengan nama Nishfu Sya`ban.

Pada malam Laylah Mubarakah (Nishfu Sya`ban) ini, Allah Swt. menganugerahkan karunia kepada para hamba-Nya, dengan mengampuni mereka dengan maghfirah-Nya. Di dalamnya Allah telah bersumpah untuk tidak menolak permintaan seseorang yang berdoa kepada-Nya, selagi permintaan itu bukan berupa kemaksiatan.

Mengenai Laylah Mubarakah, Allah Sw. menyebutkan dan menjelaskannya dalam QS  al-Dukhan, 44:3-6 . Dia berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran, Al-Kitab Al-Mubin) pada Malam yang Diberkahi (Laylah Mubarakah). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus (para utusan), sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Zat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui…”

Menurut keterangan dari riwayat Ali bin Abi Thalib, yang disebut Nabi Saw. sebagai Pinti Kota Ilmu Rasulullah (Bab Madinati Ilm al-Rasul), ayat dalam QS al-Dukhan, 44:3-6 di atas berkenaan dengan Malam Nishfu Sya`ban. Masih menurut Ali bin Abi Thalib, orang yang bertaqarrub kepada-Nya di dalam malam tersebut, tidak tidur, dan membaca Hadhrat Khidhir, maka doanya akan diterima.

Begitu mulianya Malam Nishfu Sya`ban ini, sehingga dalam sebuah hadits disebutkan, “Barangsiapa menghidupkan malam ini, maka hatinya takkan mati saat semua hati mati…” Dengan apa menghidupkan Malam Nishfu Sya`ban…? Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  1. Salat sunnat, minimal 2 rakaat, yang dilakukan setelah salat isya. Caranya: Menurut sebuah riwayat, pada setiap rakaat, kita membaca surat al-Fatihah 1 kali, lalu surat al-Ikhlash sebanyak 11 kali. Dan menurut riwayat yang lain lagi, para rakaat pertama kita membaca surat al-Fatihah dan al-Kafirun masing-masing 1 kali, laluu pada rakaat kedua, kita membaca surat al-Fatihah dan al-Ikhlash masing-masing 1 kali. Setelah selesai salat, disunnatkan membaca Tasbih al-Zahra, yakni bacaan Allahu Akbar sebanyak 34 kali, lalu Alhamdulillah sebanyak 33 kali, dan Subahanallah sebanyak 33 kali.
  2. Istighfar. Istighfar bahkan merupakan doa dan zikir terbaik di bulan Sya`ban.
  3. Berdoa. Diriwayatkan bahwa Allah Swt. telah bersumpah untuk tidak menolak permintaan seseorang yang berdoa kepada-Nya, selagi permintaan itu bukan berupa kemaksiatana.
  4. Membaca shalawat atas Nabi Saw. dan keluarganya. Shalawat adalah perintah Allah kepada orang-orang yang beriman. Dan Dia –bersama para malaikat-Nya telah terlebih dahulu bershalawat, sebelum perintah itu dikeluarkan. Bahkan keduanya terus menerus shalawat atas beliau. Maka, jika Allah Swt. dan para malaikat-Nya saja selalu dan terus bershalawat, maka tentu kita umat beliau harus lebih memperbanyak dan mendawamkannya.
  5. Membaca dzikir al-Baqiyat al-Shalihat, yakni bacaan “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah allahu akbar
  6. Membaca Doa Hadhrat Khidhir (ini berdasarkan keterangan dari Ali bin Abi Thalib).

Sebagian kalangan umat Islam, pada malam Nishfu Sya`ban ini ada juga yang membaca beberapa surat tertentu dari Al-Quran, seperti surat Yasin, al-Waqi`ah, al-Rahman, dan lainnya. Mereka juga mengerjakan salat sunnat 2 rakaat.

Bandung, 12 Sya`ban 1432 H / 14 Juli 2011

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.