Pada hari Jumat, 17 Juni 2011, pukul 21.00 – 00.00 WIB malam, Forum Grup Wali Santri Gontor (Walsantor) di Facebook menyelenggarakan acara Diskusi Malam Jumat (Disjumal), melalui Facebook, dengan tema “Cara Belajar Bahasa Arab di Gontor”.

Acara Disjumal dimoderatori oleh salah seorang wali santri yang juga anggota grup, yakni Ibu Novy Real Vyanti Sjah, dengan narasumber Ashoff Murtadha, salah seorang alumni Pondok Modern Gontor, angkatan 1991, pendiri Arab Mudah Center, yang bergerak dalam pengembangan cara pembelajaran dan pengajaran bahasa Arab kepada masyarakat luas, dengan berbagai program yang variatif, seperti: Program (1) Belajar Arab Mudah (Kelas Reguler), (2) Chatting Arab Mudah, (3) Arab Mudah untuk Ekskul Sekolah, (4) Arab Mudah In House Learning , (5) Arab Mudah In Corporate Learning, (6) Training Arab Mudah, (7) Seminar dan Workshop Arab Mudah, (8) Training Guru Arab Mudah, dan lain-lain.

Dengan harapan semoga bermanfaat dan menginspirasi kebaikan, maka jalannya acara diskusi tersebut kami dokumentasikan di bawah ini… Selamat menikmati…

Novy Real Vyanti Sjah:

Assalamu’alaikum wr.wb. Smg Rahmat Allah SWT senantiasa bersama kita. Mari kita mulai pembahasan Jum’at malam hari ini dgn basmalah. Bismillahirrohmanirrohim. Kepada semua wali santri yg hadir mohon kiranya untuk berpartisipasi aktif ya? Malam hari ini kami berterimakasih sekali atas kesediaan ustadz ashof yg dg senang hati berbagi bersama dalam pembahasan yg akan kita diskusi lbh lanjut. Mhn kiranya kepada ustadz Ashof dapat memberi salam terlebih dahulu, silahkan

Monggo pak ustadz, tambahan kepada yg hadir ustadz kita malam hr ini adalah alumni pondok Gontor th 1991,dikatakan Classic 91 (wah lumayan nih pemakaian bahasa asingnya oke ya?) heehee..

Ashoff Murtadha :

Untuk bapak2 dan ibu2 wali santri Gontor semuanya… bismillahirrhmanirrahim… Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh…. Mohon maaf saya datang agak terlambat… kayfa halukum fi hadzihi al-laylah…?

Wahyu Ramadhani :

I am fine maturtenkyu

Novy Real Vyanti Sjah :

Untuk mengingatkan kita lagi bahwa tema pembahasan kita pada malam hari ini adalah “Cara mudah belajar bahasa asing ala Gontor”. dan untuk jelasnya lagi kami sampaikan kepada wali santri yg hadir bahwa nara sumber kita adalah Ustadz Ashoff Murtadha.

Ashoff Murtadha :

He he…. ahlan pak wahyu…

Novy Real Vyanti Sjah :

Mohon kiranya pak Ashoff untuk segera memulai saja ya pak bahasannya,terimakasih..

Ashoff Murtadha :

Thayyib… syukran bu Novy…

Prapti Banjar :

Wa’alaikum salam wr wb. Alhamdulillah, always better hehehehe

Ashoff Murtadha :

Pertama, saya ingin menyampaikan bahwa dalam tema ini saya akan memfokuskan lebih pada bahasa Arab… untuk bahasa Inggris, hanya mengikutinya…

Kedua, berkenaan dengan bahasa arab, saya melihat bahwa bahasa Al-Quran ini merupakan bahasa yang dahsyat dan luar biasa, tetapi mudah dan sederhana…

Ketiga, ada di kalangan sebagian masyarakat yang memiliki kesan negatif terhadap bahasa yang hebat ini… Salah satu kesan negatif itu adalah, “bahwa bahasa Arab itu sulit dan rumit…”

Dan dalam kesempatan ini saya ingin kita sama-sama mengetahui bahwa bahasa Arab itu sebenarnya mudah, tidak sesulit yang dikesani sebagian orang dan kalangan…

Keempat, nah…. agar bahasa Arab itu mudah dan sederhana, baik belajar maupun mengajarkannya, maka diperlukan metodologi dan pendekatan untuk mempelajari dan mengajarkan…

Sudah banyak metode sebelum-sebelum ini yang sudah berkembang dan dijalani oleh mereka yang belajar dan mengajarkan bahasa arab… Seperti di berbagai pesantren dan institusi… Termasuk juga di pondok kita, Gontor…

Khusus berkenaan dengan metode pembelajaran bahasa di Gontor… para ustadz dan santri belajar dan mengajarkan bahasa dengan menerapkan metode

Metode langsung atau direct method ini menempatkan bahasa asing (arab dan inggris) seperti bahasa ibu, bahasa asli…. yakni, kita belajar dan mengajarkannya secara langsung, tidak menggunakan terjemahan…

Misalnya, jika kita melihat suatu benda, maka kita sebut benda itu dengan bahasa Arab-Inggris… atau sebaliknya… kita menyebut suatu kosakata, maka kita hadirkan benda yang dimaksud, sesuai kosakata itu….

Thariqah mubasyirah itu kurang lebih sama dengan saat orang tua mengajarkan bahasa ibu kepada bayinya….

Tidak ada terjemahan, tidak ada penjelasan…. tetapi langsung…

Dalam teori pengajaran bahasa Arab kontemporer, metode ini bisa disebut menerapkan teori mumarosah dan tathbiq dalam bahasa… mumarosah artinya kurang lebih memperlakukan bahasa secara aktif… sedangkan tathbiq mudahnya bermakna aplikatif…

Inilah kekuatan dan sekaligus keunggulan metode belajar bahasa asing di Gontor… di mana para santri dididik untuk biasa dan berani berbicara, sekalipun masih sedikit kosakata bahasa asing yang telah ia miliki… keberanian untuk berbicara lebih didahulukan ketimbang memperhatikan kaidah benar dan salah secara gamatis..

Novy Real Vyanti Sjah :

Menarik sekali metode thariqah mubasyirah itu pak ustadz…barangkali sampai disini sudah ada pertanyaan dari wali santri disini,silahkan…

Monggo pak Wahyu duluan…

Wahyu Ramadhani :

Maaf mendahului: apakah ada kendala dalam belajar bhs asing di Gontor? apa saja?

Ashoff Murtadha :

Ya… baik…. itu saja dulu bapak2… dan ibu2… Ha ha .. maaf kepanjangan …

Gaosul Alam :

Sangat bagus Ustdz. Belajar bahasa arab… anak saya datang dari sekolah umum (SD), kadang saya membayangkannnya kesulitannya 2 point. pertama berbahasanya dan kedua yaa… menulis khuruf-nya itu. (bagaimana Gontor memdukan antara belajar berbahasa arab dan cara menulisnya)

Prapti Banjar :

Hanya ingin menimpali saja, bahasa harus diucapakan (language must be spoken), jika kita belajar bahasa maka kita harus mempraktekkannya, perkara benar atau salah tentu nanti ada yang akan memberikan koreksi. Metode yang diajarkan di Gontor sangat tepat, bukan berniat menjelek-jelekkan tapi metode yang diterapkan di sekolah umum hanya mengedepankan pengetahuan tentang tata bahasa saja tanpa memprektekkannya secara langsung sehingga apa yang di dapat siswa ya hanya pengetahuan tentang bahasa asing saja bukan berbicara bahasa asing.

Wahyu Ramadhani :

Nyambung banget deh antara saya, Pak Gaos dan Bu Prapti … Kendala back ground berpengaruh? Anak yg belajar duluan di madrasah atau tsanawiyah tentu lebh mudah drpd yg dari sekolah umum? Betul ?

Novy Real Vyanti Sjah :

Terimakasih untuk pertanyaan-pertanyaan yngg menarik dari para wali santri, mohon pak ustadz untuk menjawab, silakan…

Ashoff Murtadha :

Ibu Prapti benar… Dalam teori akademik, setelah listening (istima`), skill yang harus dibangkitkan dan dikembangkan adalah kalam (speaking, atau takallum)… Sedangkan skill yang lainnya, yakni membaca (reading, qiraah) dan menulis (writing, kitabah), menyusul belakangan…

Muhammad Syawie :

Ass. Ustadz mengapa yah di Gontor praktik berbahasa arab itu tidak dimulai dari kelas 1 dan untuk di setiap kesempatan.

Ashoff Murtadha :

Benar pak wahyu… pengalaman (background) masa silam –termasuk dalam pendidikan– itu sangat berpengaruh… tetapi ketika kemudian ada pengalaman baru yang kondusif dan produktif, maka pengalaman baru bisa meminimalisir pengalaman negatif masa lalu… Termasuk dalam pengajaran bahasa arab-inggris di Gontor itu…. para santri datang dari berbagai latar belakang pendidikan dan modal dasar keilmuan yang berbeda-beda…

Novy Real Vyanti Sjah :

Selamat bergabung kepada pak Syawie…kelihatannya baru bisa masuk sekarang ya pak, lgs saja ke pembahasan dan pertanyaan begitu pak,monggo pak Ustadz lagi pertanyaan menarik…

Ashoff Murtadha :

Memang… yang saya rasakan saat dulu kelas satu di gontor… terasa perbedaan itu… ada yang nampaknya cukup mudah menangkap dan mencerna, ada juga yang agaknya cukup kesulitan … Tetapi akhirnya,…. untuk skill bahasa “standar”… para santri semuanya bisa berkomunikasi dalam bahasa yang harus mereka gunakan di pondok…

Wahyu Ramadhani :

Usia pengaruh ?

Ashoff Murtadha :

Meskipun tidak dimungkiri, ada memang perbedaan kualitas skill bahasa dari setiap santri… akan tetapi, untuk skill standar, mereka semuanya bisa (ini sejauh yang saya alami dan lihat bersama teman-teman dulu saat masih nyantri di ngGontor…

Muhammad Syawie :

Ustadz, saya minta bantuan, anak saya akan mampu berbahasa arab dengan baik, tentu jika saya juga bisa merangsang dia berbahasa arab. nah persoalannya bagaimana cara mudah saya bisa berbahasa arab, agar bisa berkomunikasi dengan anak saya.

Didik Yulianto Al-Paresi :

Ass Wr Wb Ustadz….. Bagaimana mengatasi kondisi anak yg mengatakan belajar bahasa arab bikin boring.. dan dia lebih enjoy belajar Inggris

Wahyu Ramadhani :

He he bapak bapak dibanding anak anak tentu lebih gampang bapak bapak belajar “lupa” nya ? Santri SMP lebih kesulitan drpd SD ?

Muhammad Syawie :

Kira-kira buku apa yang bisa membantu saya untuk bisa menyesuaikan kemampuan anak saya berbahasa arab.

Ashoff Murtadha

Terima kasih pak Syawie atas pertanyaannya… saya menemukan bahwa bahasa arab itu hak kita, semua orang dan semua usia… baik yang sedang mondok di pesantren maupun di luar… termasuk orang tua… para orang tua bukan saja harus memberi motivasi anak-anak untuk menguasai bahasa ini, bahkan mereka juga seharusnya bisa seperti mereka… tetapi, tentu saja cara dan alam belajar mereka berbeda, karena mereka tidak berada di suatu lingkungan sistematis yang didesain berbahasa arab..

Bagaimana menyiasatinya, untuk para orang tua…? Yang selama ini saya praktikkan di lembaga kami, Arab Mudah Center, termasuk para orang tua belajar bahasa arab dibiasakan dengan 9 kompetensi dasar sekaligus… Dan agar pembiasaan itu tidak terasa berat, malah enjoy, maka kita memulainya dari materi-materi yang sangat sederhana, yang mudah dipraktekkan oleh semua usia dan kalangan…

Novy Real Vyanti Sjah :

Mengulas pertanyaan dari Pak Gousul Alam, pak ustadz untuk mudahnya memadukan berbahasa dan menulis Arab itu,bukannya yg utama itu minat dan bakat santri dulu ya? biasanya yg saya ketahui dari anak saya kalau mereka seneng lihat senior2 mahir,mereka juga jd tertantang pingen cpt2 bisa,heehee…

Ashoff Murtadha :

Ya benar, Bu Novy… Dalam Quantum Learning, ada metode “modelling” yang sangat berpengaruh besar dalam percepatan belajar…

Wahyu Ramadhani :

Setuju dg pak M Syawie (Ali) bagaimana orangtua (saat liburan) mengimbangi semangat belajar anaknya terutama jika anak masih kelas 1 kesulitan berbahasa arab. sampai ada yg ogah balik pondok krn mikir sulitnya berbahasa arab. Ortu perlu apa ?buku? les privat? atau gmn?

Ashoff Murtadha :

Saya pribadi, saat dulu nyantri, termotivasi oleh beberapa senior dan ustadz yang kami lihat bagus dan luar biasa… sehingga dari para beliau kami belajar …

Novy Real Vyanti Sjah :

Pak Didik saya rasa santri Gontor lebih terbiasa dengan bahasa Arabnya ya dibanding bhs Inggris,maka dari itu mungkin sebagian yg ‘boring’ merasa perlu memperdalam lagi skill Inggrisnya…gmn kira2 pak ustadz ya…yg pernah ngalamin langsung saat masa2 pembelajaran diGontor, komunitas Inggris kan tidak sebanding Arab tuuh…

Muhammad Syawie :

Maaf sepertinya saya mendominasin pertanyaan yah. pak ustadz kira-kira adakah paket vcd berbahasa arab fushah yang bisa kami pelajari? karena saya setuju dengan teoari modelling dapat memacu kita lebih bersemangat. Jika ada saya sangat berharap dapat memilikinya? dan mungkin seluruh yang tergabung dalam mailing list ini juga berminat.

Ashoff Murtadha :

Wa alaikum salam Pak Didik… kesan putera bapak seperti itu tentunya tidak hanya milik satu orang… Mungkin ada banyak orang yang mengesani kurang lebih sama… yang intinya, bahasa inggris more interesting, alias lebih menarik,ketimbang bahasa arab… tapi setahu saya, tidak sedikit pula yang merasa sebaliknya… di mana mereka justru enjoy dan benar-benar menikmati bahasa arab, lebih besar ketimbang kepada bahasa inggris… Ini barangkali bermula dari kesan pertama, atau kesan saat seseorang mulai memproses pembelajaran kedua bahasa itu…

Novy Real Vyanti Sjah :

Maaf bapak/ibu….mohon sabar dulu, kita tunggu ustadz Ashoff mempersiapkan jawaban atas pertanyaan2..

Didik Yulianto Al-Paresi :

Sebagai perbandingan…. Di Gontor belajar bahasa mulainya sama (Arab dan Inggris)…. Sampai sekarang masih sering ngeluh soal bhs arab susah N boring.. tetapi untuk bhs inggris dia lumayan dan kelas 2 sudah masuk anggota CLI…. Bagaimana mengejar ketertinggalan di bahasa arabnya…?

Ashoff Murtadha

He he.. Pak Wahyu… tidak juga pak… Saya di Gontor menempuh pendidikan selama 6 tahun, karena sebelumnya saya lulusan SD… Ketika naik ke kelas 5, teman-teman dari intensif –dulu namanya eksperimen (yang belajarnya hanya 4 tahun, dan mereka lulusan SLTP atau SLTA), banyak yang justru kemampuan bahasanya bagus-bagus… bahkan sebagian lebih bagus daripada yang asalnya dari lulusan SD… yang menjadi pengurus Bagian Penerangan (yang memberi pengumuman dengan bahasa Arab dan Inggris di masjid atau lainnya, selain dari kelas biasa (lulusan SD), ada juga dari kelas intensif (yang lulusan SLTP-SLTA).. Begitu juga yang menjadi Bagian Penggerak Bahasa…

Artinya… semua orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk meraih yang terbaik dalam skill bahasa….

Wahyu Ramadhani :

Berarti bapak ibu bisa sama mudahnya belajar bhs seperti anak anak?

Desiana Vidayanti :

Bu Novy, ikut tanya ya : pak saya inginnya belajar Bhs Arab supaya bisa dengan mudah mengartikan al Quran. Ya nggak usah sampai terlalu dalam… Intinya saat baca Al Quran, bisa secara global tahu maknanya…agar lebih khusyu saat sholat misalnya. Apa ada metode yang praktis pak…Maklum sdh umur nih…

Ashoff Murtadha :

Terima kasih pak Gaosul Alam atas pertanyaannya… Saya lihat ini nampaknya menjadi persoalan sebagian santri yang jumlahnya tidak sedikit… mungkin banyak santri yang merasakan demikian… Tetapi, sejauh yang saya lihat dan tahu, karena pelajaran bahasa Arab memang banyak yang berbahasa arab, maka pada akhirnya semua santri lancar menulis tulisan bahasa arab juga…

Memang tidak bisa dielakkan, bahwa sebagian santri harus berjuang ekstra keras di awal-awal untuk bisa mengimbangi sebagian teman mereka yang sudah cukup lancar menulis arab… Tetapi karena “tuntutan yang mengharuskan mereka sering menulis arab”, maka pada akhirnya, kesulitan masa-masa awal itu bisa dilalui juga pada akhirnya…

Novy Real Vyanti Sjah :

Ya ini yg kita tunggu2, pertanyaan dari bu Dessy..silahkan..rupanya tidak berbeda keinginan kita ya bu? sama2 pingen bisa cpt mahir memaknai Al Quran,heeehee….gmn ya pak ustadz?

Wahyu Ramadhani :

Pak Didik kalau di Pare ada kampung Inggris, munkin ada baiknya mulai di rintis kampung Arab di Tasik misalnya ? oleh Al Mubarok Gaosul Alam ?

Novy Real Vyanti Sjah :

Ada pepatah “Alah bisa karena biasa” bukan begitu ya pak? hmmm…

Ashoff Murtadha :

Benar pak wahyu… Setiap orang –segala usia– tetap memiliki kesempatan yang sama untuk bisa belajar bahasa Arab dnegan mudah… sekalipun mereka berada jauh dari pesantren misalnya…

Hanya saja, metode dan pendekatan yng harus dilakukan orang-orang yang tidak di pesantren, ada perbedaan… Dan perbedaan memang tuntutan… Misalnya begini, para santri memiliki waktu 24 jam dalam sehari, untuk belajar bahasa di pondok… sedangkan para tua…? jangankan 24 jam sehari, bisa belajar bahasa arab 2 jam seminggu saja sudah luar biasa… ya khan pak bu…?

Akan tetapi, gagasannya adalah bagaimana menjadikan misalnya 2-4 jam belajar bahasa dalam seminggu itu hasilnya mendekati mereka yang belajar 24 jam sehari… Gagasan ini yang kita upayakan…

Desiana Vidayanti :

Adakah caranya yang praktis saja ustad ? Maksudnya yg nggak usah terlalu dalam seperti santri. Juga nggak usah sampai unt percakapan, tapi targetnya ya itu tadi, saat baca Quran paling tidak tahu secara global terjemahan per ayat. Tidak usah sampai level menterjemahkan sempurna.

Wahyu Ramadhani :

Dampingi kamus aja bu he he?

Ashoff Murtadha

Bu Desi… itu pertanyaan yang sangat menyentuh…siapa sih yang tidak ingin memahami Al-Quran, stidaknya mengerti apa yang kita baca saat salat…? Setiap Muslim-Muslimah memang harus berjuang untuk bisa meraih kondisi ini… Tapi bagaimana caranya…?

Pertama, yang saya pahami dan yakini, yang pertama kali harus kita ketahui adalah mengetahui arti kosakata (mufradat)… Artinya, hal pertama yang harus kita miliki adalah mengetahui makna setiap kata.. Hanya saja, agar kosakata itu bisa kita mengerti, sebenarnya kita tidak harus menghafalnya… “Kosakata itu tidak harus dihafalkan, tetapi harus sering digunakan…” Kalau seseorang sering menggunakan sebuah kosakata,maka dengan sendirinya ia akan menghafalnya, tanpa ia sengaja…

Kosakata itu sangat penting… Bahkan Nabi Adam as. diajari oleh Alllah pertama kali adalah nama-nama (al-asma`), bukan kata kerja… jadi, kosakata adalah hal pertama yang harus kita ketahui…

Seingat saya dulu, pak Kyai Hasan Abdullah Sahal, pernah menyampaikan kepada para santri, “Jika kalian sudah hafal 500 kosakata, maka kalian sudah bisa berbicara…” Artinya, kalau kita sudah hafal banyak kosakata, berarti kita akan bisa berbicara… Dan pada prakteknya, sekalpun kita belum hafal sebanyak itu, kalau kita bisa menggunakan setiap kosakata dengan penerapan yang benar, maka kita juga sudah bisa bicara… Hanya saja, semakin banyak kosakata,maka semakin banyak pula kita mengungkapkan gagasan dalam bahasa (arab atau inggris)…

Gaosul Alam:

Bu Desiana Vidayanti maksa ingin yang instan… hehe

Desiana Vidayanti :

Iya pak Gaos, maklum udah umur….he..he..

Wahyu Ramadhani :

Lha kan tadi Usia gak ngaruh ?

Desiana Vidayanti :

Ha..ha.. Bukan gitu pak, .maksudnya… Urusannya itu lho buanyak.. Jadi kalau nggak yg instan nggak telaten… hiks..

Ashoff Murtadha

Kedua, bahasa bukan hanya kosakata, juga bukan hanya tata bahasa… tetapi juga gaya bahaya… Yang saya maksud dengan gaya bahasa, adalah cara mengungkapkan kalimat dalam bahasa (arab, misalnya)…

Kosakata itu sangat penting… dengannya kita bisa merangkai kalimat… Tata bahasa juga penting… dengannya kita bisa menyusun kalimat dengan benar… Tetapi gaya bahasa (ungkapan, atau uslub) juga tidak penting, karena dengannya kita bisa mengungkapkan gagasan dengan benar, bahkan indah…

Wahyu Ramadhani :

Setuju pak spt contoh bhs arab sekaligus inggris jadi indah dalam nama bu Novy ” REAL “

Ashoff Murtadha

Contoh begini: kita tahu sejumlah kosakata berikut:

Ini = Haadzaa
Buku = kitaabun
Bagus = jamiilun

Kalau kita ingin merangkai makna “Ini buku yang bagus”, maka ungkapan Arabnya adlaah, “Haadzaa kitaabun jamiilun…”

Kalau kita ingin merangkai makna “Buku ini bagus”… maka uslub (ungkapannya) adalah, “Haadzaa al-kitaabu jamiilun…”

Satu lagi contoh:

Pulpen = qolamun
di atas = `ala
meja = maktabun

Kalau kita ingin merangkai makna, “Pulpen di atas meja”, maka uslubnya adalah “al-Qalamu `ala al-maktabi”..

Dan kalau kita ingin merangkai makna, “Di atas meja ada pulpen”, maka uslubnya adalah “`ala al-maktabi qalamun…”

Muhammad Syawie :

pak ustadz karena bahasa tdk ntuk didiskusikan, saya to the point saja. kira-kira adakah paket vcd berbahasa arab fushah yang bisa kami pelajari? karena saya setuju dengan teoari modelling dapat memacu kita lebih bersemangat. Jika ada saya sangat berharap dapat memilikinya? dan mungkin seluruh yang tergabung dalam mailing list ini juga berminat. dan kira-kira buku apa yang bisa membantu saya untuk bisa menyesuaikan kemampuan anak saya berbahasa arab.

Desiana Vidayanti :

Ha..ha..ha..pak Ali Syawie nggak sabar… Gara2 tadi kelamaan nunggu di wall undangan..

Desiana Vidayanti :

Ha..ha..ha..pak Ali Syawie nggak sabar… gara2 tadi kelamaan nunggu di wall undangan..

Muhammad Syawie :

Bukan tidak sabar bu, karena kalau waktu sedikit ini dijelaskan secara teknis, yah agak sulit. Karena saya tahu ustadz Ashoff berhasil mengembangkan lembaga bahasa arab, saya tanya yang strategis dan taktis saja.

Novy Real Vyanti Sjah :

Mohon Pak Ustadz, sepertinya pak Ali antusias sekali untuk cepat mempraktekkan bahasa Arab ini, mungkin dpt memberi solusi akan kebutuhan media efektif tsb..bukan begitu ya pak Ali…(apa bisa spt vcd Murottal Al Quran gitu mungkin ya? heeehee)

Ashoff Murtadha :

Nah, kalau kita terbiasa merangkai kata dalam kalimat secara benar, meskipun dari kalimat-kalimat yang sangat sederhana seperti contoh di atas, KELAK…. pola-pola kalimat itu akan membantu kita dalam memahami struktur kalimat dalam Al-Qura…Lihat Selengkapnya

Desiana Vidayanti :

He..he..he..iya..pak Ali…cuman ngebecandain kok ha..ha…… Idem kok pak..saya juga minat dengan VCD-nya…

Ashoff Murtadha :

Bahkan ibu-ibu yang sudah berusia 60 an tahun pun bisa mengerti pola-pola kalimat dalam sejumlah ayat Al-Quran seperti ini, walaupun awalnya hanya belajar dari pola-pola sederhana dalam bahasa arab…

Begitu Bu Desi… Selamat ya Bu… selamat mencoba… Insya Allah Dia akan memudahkan jalan kita memahami Al-Quran… amien…

Gaosul Alam :

Instan dan Maksa tidak terlalu beda… pissss

Ustadz… kalo belajar bahasa Arab Al-Qur’an memakai media OL gini kira-kira bisa gak yaa…

Desiana Vidayanti Wk..wk..wk..intinya harus cepat mulai nih.. walaupun maunya instan ya tetep nggak bisa2 kalau nggak mulai… Gitu ya Pak Gaosul Alam ?

Ashoff Murtadha :

Benar sekali pak wahyu… usia tidak ngaruh, untuk belajar… Bahkan katanya, “Orang tua yang terus belajar, maka ia tetap muda saat orang-orang seusianya telah tua…”

Menjawab pertanyaan Pak Gaos, tentu saja pak… mengapa tidak…? Sekarang makin mudah cara untuk belajar, semakin dekat orang untuk berinteraksi belajar… Bahkan sekarang-sekarang ini, seseorang dari Qatar pun belajar bahasa Arab melalui chatting… Dua bulan bekerja di Qatar, tapi ia tidak merasa terlambat untuk belajar bahasa arab….

Novy Real Vyanti Sjah :

Untuk sementara kita bisa memperoleh informasi mengenai supermetodologi yg ada pada Al-Shafa gitu barangkali ya pak? maaf jd mendahului pak ustadz ini….heehee..(tertarik juga sih, mottonya kan “for life excelences”,sdh begitu luas kontribusinya).

Didik Yulianto Al-Paresi :

Ustadz apa tanggapan anda ttg belajar bahasa dg sistem Laduni… yg aneh tapi nyata itu….dan apakah ada juga di Gontor.

Ashoff Murtadha :

Ha ha… Bu Novy kok tahu al-shafa …? padahal di sini saya tidak bermaksud menyebutnya di forum ini…

Tentang “alah bisa karena biasa…” itu AKIID… pasti…!

Ada guru bahasa Inggris yang sering mengucapkan kalimat berikut ini di depan murid-muridnya:

English is a custom..
Custom needs practice..
No practice, no custom…
No custom, no english…

Bhs Inggris adalah kebiasaan…
Kebiasaan membutuhkan praktik…
Tidak ada praktik, tidak ada kebiasaan..
Tidak ada kebiasaan, tidak ada (kecakapan) Inggris…

Demikian juga bahasa Arab, dan semua skill lainnya… tentu…
Benar tidak, bapak2… dan ibu2…? he he…

Wahyu Ramadhani :

Santri mungkin sering meramu 2 bhs sekaligus? bhs arab campur inggris dipakai bersama sama dalam satu ungkapan? spt kalu kita nulis Ass w w ? he he

Novy Real Vyanti Sjah :

Waah…ini lain lagi ‘metodologi Laduni’, pak Didik sy jadi tersenyum,hmm…bukannya hal itu lsg terjadi pada sang ‘moderator’,haaahaa…

Gaosul Alam :

Pada kemana…?

Didik Yulianto Al-Paresi :

Jangan2 Bu Novy Real Vyanti Sjah dapet ijaazah Laduni heheheheh

Gaosul Alam :

Mana ujungnya Pak Didik…

Novy Real Vyanti Sjah :

Ya pak, Insya Allah pembahasan kita ini dapatt berlanjut, mengingat waktu masih sedikit, saya menyimak bahwa dalam memudahkan kita berbahasa Arab tetap ada pola,struktur dan makna kalimat yg harus kita perhatikan seperti penjelasan Pak Ustadz Ashoff diatas, perlu kiranya kita menghafal terlebih dahulu point2 pentingnya. Sekali belajar tetap terus menerus belajar ya pak ustadz,maka semua pasti jadi lebih mudah kiranya. (terbiasaa..)

Pak Wahyu, kelihatannya ramuan, campuran bahasa itu anak muda memang ahlinya dee…heeeheee…kita yg tua kok jd makmum biasanya..heeheee..

Ashoff Murtadha :

Sebelumnya maaf bapak2-ibu2.. Koneksi saya baru saja terputus… dan baru terhubung kembali sekarang..

Novy Real Vyanti Sjah :

Mohon kiranya kepada pak ustadz untuk memberikan tanggapan akhir atas pembahasan kita malam ini pak? silahkan..

Terimakasih atas informasi koneksi dari Pak Ustadz, kepada bapak/ibu yg masih OL pada Disjumal ini mhn untuk menunggu lagi sesaat..

Ashoff Murtadha :

Mengomentari pertanyaan pak Didik… hmmm.. itu sangat menggelitik… Secara konseptual dan faktual, itu ada… Ilmu laduni atau hudhuri adalah ilmu yang didapatkan tanpa usaha, tanpa belajar… melainkan dianugerahkan secara langsung dari sisi (ladun) Allah Swt… Seperti para nabi dan rasul, mereka mendapatkan ilmu ladunni itu… seperti kisah tentang Nabi Khidhir juga… Nabi Sulaiman dapat berbicara dengan binatang, beliau tidak belajar dulu… Nabi Saw. juga berbicara dengan rusa, tanpa belajar dulu bahasa binatang.. dan lain sebagainya…

Tapi bagi para nabi dan rasul, itu jelas mukjizat… Lalu, apakah ilmu ladunni dianugerahkan jg kepada selain nabi dan rasul…? Setahu saya, Allah memiliki hamba-hamba pilihan yang Dia anugerahi berbagai karunia yang tidak Dia berikan kepada semua orang… Artinya, bisa saja, termasuk pada zaman ini, ada sejumlah orang yang mendapatkan suatu keterampilan tnpa ia pelajari, termasuk dalam bahasa misalnya…

Namun bagi saya, belajar itu kewajiban… dan DIA menegaskan, “Manusia tidak mendapatkan kecuali apa ygn ia usahakan…” Artinya, lebih baik fokus pada sesuatu yang bisa kita usahakan, ketimbang kepda sesuatu yang tidak kita mengerti apa ia akan diberikan kepada kita atau tidak… Setidaknya, dngan usaha dan belajar, pertama kita beribadah dengan menjalankan perintah-Nya, dan kedua, kita berpeluang untuk mencapai yang kita inginkan…

Novy Real Vyanti Sjah :

Alhamdulillah, baik sekali, bukankah Allah SWT itu lebih menyukai proses,kira2 begitu ya pak ustadz? kita semua memiliki peluang dan kesempatan yg sama untuk meraih yg terbaik dalam skill bahasa ini rupanya.

Saya masih berharap pak ustadz Ashoff dapat memberikan kata kunci kepada yg hadir di disjumal ini (diskusi malam jumat).. Mohon kiranya pak ustadz..

Ashoff Murtadha :

Baik… rupanya waktu sudah larut malam ya Bu Pak…

Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas kehormatan dan kesempatan yang bapak-ibu berikan di forum ini… Ini forum kebaikan yang insya Allah membawa kebaikan… Terima kasih kepada pak Didik yang telah memasukkan saya di grup ini… dan terima kasih kepada semua atas tanggapan dan komentarnya… Saya juga mohon maaf jika apa yang dituliskan di forum ini ada yang membuat tidak berkenan, atau hal-hal yang tidak baik…

kedua, berkenaan dengan tema kita kali ini, saya hanya ingin menyuarakan bahwa “bahasa arab itu luar biasa dan dahsyat, tetapi mudah dan sederhana: mudah belajar, mudah mengajar…”

Dan setiap orang memiliki hak untuk menguasai bahasa yang dahsyat tersebut… Semoga… amien…

Wahyu Ramadhani :

Ok syukron very much pak Ustadz … khoir night …

Wahyu Ramadhani :

ibu Real, maturtenkyu juga

Wahyu Ramadhani :

wassalam

Ashoff Murtadha :

Ya bapak2 dan ibu2.. saya juga pamitan… ilalliqa… syukran…

wassalamu alaikum wr. wb…
astaghfirullah rabii wa atuubu ilayh…

Gaosul Alam :

Terimakasih Ustadz atas Ilmunya… semoga dijadikan kebaikan sebagai sesuatu amal shaleh… segala aktivitas Ustadz tetap sukses dan ada dalam keberkahan. Amin..

Gaosul Alam :

Untuk Pak Wahyu Ramadhani, di Tasik yang ada “toko kurma”, hehe..

Didik Yulianto Al-Paresi :

Tararengyuuuuuu Ustadz

Novy Real Vyanti Sjah :

Demikian kiranya yang kita dapatkan pada disjumal kali ini, semoga kita selalu dalam rahmat Allah SWT, dan memperoleh hidayahNYA serta taufikNYA dalam mempelajari bahasa Arab yang dahsyat (begitu pak ustadz..) terimakasih kepada nara sumber kita bapak ustadz Ashoff Murtadha, juga atas semua perhatian bapak/ibu disini, smg manfaat, Jazakumullah khasiran…WabillahitaufikwalhidayahWassalamu’alaikum wr.wb.

Mohon maaf lahir batin saya haturkan apabila ada tutur kata yg tidak berkenan.Barakallah….

Arif Gunawan :

Wah,,,sudah selesai??? nggak kebagian nih

Desiana Vidayanti :

Maaf…td malam saya ketiduran…bablas nggak pamit..he..he.. Terima kasih banyak ustadz Ashoff Murtadha atas ilmunya… Penjelasan ustad sangat memotivasi saya khususnya, untuk tdk putus asa untuk belajar Bahasa Arab. Insya Allah segera mulai pak…. Terima kasih banyak juga untuk Bu Novy Real Vyanti Sjah…yang woke buanget jadi moderatornya….pinjam istilah Pak Gaosul Alam dapat nilai mumtaz deh pokoknya, sampek kata Pak Didik Yulianto Al-Paresi dapat ijazah laduni….he..he… Sering-sering nyambangi wall walsantor ya Bu Novy….

Desiana Vidayanti :

Yaah…pak…Arif Gunawan… maklum..jamnya nggak sama ya.. masih sore di situ..?

Wahyu Ramadhani :

Yaaah bu Desi … fotonya aja fresh …tapi rupanya ketiduran toh .. pantesan kok sepi

Muhammad Syawie :

Saya jg mhn maaf kecapean nunggu jawaban jadi teler langsung nglindur, dan pas buka lagi ternyata ngga ada jawabannya. Untung ga ditungguin terus. Kwkwk

Bandung, 13 Juli 2011

Arab Mudah Center

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.