Jika Anda bangun tengah malam, nikmatilah malam Anda dengan salat tahajjud (shalat layl)… Lalu rasakanlah kelemahan dalam diri Anda, dan mengadulah kepada Tuhan Pemilik Arasy yang agung, mendekatlah dan sampaikan kerinduan dan harapan kepada Zat yang menguasai semua jiwa… Berbisiklah dalam munajat Anda, dengan munajat doa di bawah ini… Sebuah doa dan munajat yang menunjukkan kepasrahan dan ketakberdayaan seorang hamba, di hadapan kekuasaan Raja Diraja yang menjadi tujuan setiap cita dan damba…

Anda tidak harus menghapalnya, karena Anda bisa menyampaikan munajat Anda dengan membacanya… Dengan kepasrahan dan ketulusan hati, Anda akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada-Nya… Selamat menikmati…

“Ilahi, telah redup bintang gemintang di langitmu.

Telah terpejam semua mata makhluk-Mu.

Telah sunyi suara para hamba dan hewan ternak-Mu.

Para raja telah mengunci semua pintu gerbang istana.

Para penjaga telah berkeliling menghalangi siapa pun yang hendak menyampaikan hajat atau meminta pertolongan. Sedangkan Engkau, duhai Ilahi, Zat yang Hidup dan Mandiri.

Sedikit pun tiada kantuk dan tidur menyentuh-Mu.

Secuil pun tiada sesuatu yang merepotkan-Mu.

Pintu-pintu langit-Mu senantiasa terbuka lebar bagi siapa pun yang memohon kepada-Mu.

Gudang-gudang kekayaan-Mu tak pernah tertutup.

Pintu-pintu rahmat-Mu tak pernah terhalang.

Berbagai karunia-Mu tak pernah tercegah dari siapa pun yang memintanya. Melainkan ia senantiasa tercurah.

Engkau, Ilahi, Zat Yang Mahadermawan. Tak pernah Kautolak seorang peminta dari umat beriman yang meminta kepada-Mu. Dan tak pernah Engkau menutup diri dari siapa pun yang mendamba-Mu.

Tidak…! Demi keperkasaan dan keagungan-Mu. Tidak ada yang dapat mencampakkan kebutuhan mereka selain-Mu. Juga tidak seorang pun yang bisa memenuhinya selain-Mu.

Duhai Tuhanku… Sungguh, Engkau telah melihat sendiri posisiku dan hinanya kedudukanku di hadapan-Mu. Engkau telah mengetahui segala rahasiaku, memantau semua isi hatiku dan apa pun yang terbaik untuk urusan akhirat dan duniaku.

Duhai Tuhanku… Bila kuingat kematian, terornya yang mencekam, dan nasibku di hadapan-Mu, hilang selera makan dan minumku; mengering liurku, cemas hatiku di atas pembaringanku; dan sulit terpejam kedua mataku.

Bagaimana `kan tidur orang yang cemas merasakan malakul maut mengendap-endap di lorong-lorong malam dan siang. Bahkan, bagaimana mungkin seorang berakal dapat tertidur sementara malakul maut tak pernah tidur, baik malam maupun siang, dan terus mengintai nyawanya pada malam atau sembarang waktu…?

Sesudah membaca munajat di atas, kemudian bersujud dan menempelkan pipi ke tanah, lalu ucapkanlah:

“Aku memohon kedamaian dan ketenangan saat kematian menjemputku dan ampunan saat aku menjumpai-Mu..”

—————————–

*** (Munajat di atas merupakan salah satu doa munajat yang disampaikan oleh Imam Ali Zainal Abidin, yang terdapat dalam buku Miftah al-Jannat, karya Sayyid Muhsin Al-Amin. Diterjemahkan oleh Ashoff Murtadha, sekitar tahun 2001. Dalam edisi Arabnya, kalimat-kalimat dalam munajat di atas sangat indah dan luar biasa…!)

Ashoff Murtadha

News Reporter
Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.